Setelah lulus SMA, aku baru sadar kalau pengamatan tidak langsung yang sering aku lakukan menandakan tentang sesuatu. Entah, aku suka mengamati sebuah kejadian dari jauh, misal ketika kedua teman yang berpacaran dulu sedang saling memendam amarah kala cemburu. Tatapan mata tajam dari seorang siswa kepada gurunya ketika dihukum misalnya, juga membuat aku menebak-nebak. Kira-kira keluhan apa yang ada di benak siswa itu. Atau permusuhan diam-diam yang ditutupi oleh dua geng siswa dalam satu sekolah. Itu bukan hasil dari cerita fiksi novel remaja loh, tapi hasil pengamatan langsung dengan kedua mata sendiri haha..

Gak tahu kenapa, kejadian yang tampak dari pengamatanku itu nyaris selalu benar. Membaca keadaan tanpa sadar, membuatku paham situasi yang sedang terjadi, tanpa harus mencari informasi. Ternyata, intuisi itulah yang menjadikan aku enjoy dalam menulis. Seolah, hasil pengamatan itu seperti bahan baku yang aku olah dalam kegiatan menulis. Asyik!

Berawal dari keasyikan mengamati, aku sering menangkap keresahan yang bingung mau dibuat apa. Sebelum kenalan dengan blog, aku suka kebanyakan pikiran. Gak sengaja, segala hal mampir di kepala hingga membuat otak berasa membludak. Sejujurnya, aku pun bukan termasuk orang yang suka menunjukkan sesuatu secara langsung jadinya malah bikin pusing sendiri. Mumet.

Alhamdulillah, blog itu hadir juga. Aku merasa ‘keresahan’ yang bersarang di kepala pada akhirnya menemukan tempatnya. Jauh sebelum nge-blog, aku sebetulnya suka menuangkannya dalam bentuk cerpen. Karena, dasarnya suka baca novel kan,Jadi terbentuk sendiri berbagai tulisan dalam bentuk cerpen. Setelah menulis cerpen pun, selalu ada perasaan lega luar biasa yang membuat ketagihan untuk menulis.

“Fiction is the truth inside the lie.”
Stephen King

Blog sebagai tempat favorit untuk berekspresi

Menanti mengikuti komunitas ODOP

Kalau diingat-ingat pedekate sama blog itu lumayan lama banget. Tahu blog sejak tahun 2012, saat jadi ibu baru lahir pula blog pertama yang fokus pada tulisan parenting tahun 2015. Punya anak pertama banyak hal baru yang harus dipelajari, dan aku butuh wadah untuk menampung tulisan yang berdasar dari ilmu parenting yang didapat. Keuntungannya nge-blog yaitu kita bisa membuat tulisan personal yang ‘gue’ banget. Mau cerita apa, gaya tulis bagaimana, pesan yang disampaikan apa. Semua tulisan terasa orisinil. Nah, alasan awal aku nge-blog itu ya karena baru sadar kalau blog itu bisa menjadi tempat mengekspresikan kegelisahan yang selama ini bersemayam di pikiran, hehe..

Dengan BLOG, kita mendapat informasi dari pengalaman orang lain

Pengalaman adalah guru terbaik

Ketika menemukan permasalahan tertentu, kita suka sekali mencari solusi dari pengalaman orang lain. Waktu pertama kali anak keduaku alergi kulit, aku banyak mencari informasi cara mengatasinya dari blog. Informasi berharga didapat dari pengalaman genggong ibu yang lebih dulu punya anak. Ya, walaupun solusi terbaik adalah langsung ke dokter, minimal aku lebih bisa menguasai diri untuk tidak panik. Karena, hal kejutan semacam itu juga terjadi pada orang lain.

Informasi penting itu pula yang buat betah untuk terus bertahan nge-blog. Kolom komentar seringkali jadi interaksi yang menambah silaturahmi. Aku sering menemukan teman baru dan ilmu baru dari pengalaman para pembaca blog ku, atau blog yang aku kunjungi. Seru kan?

The Big Why is..

jurnal membaca

Self Development. Yap, yang sudah terjun ke dunia blogging pasti tahu. Betapa pengembangan diri itu bisa melesat jika kita merutinkan nulis di blog. Awal beli TLD setahun yang lalu, aku sempat pusing semingguan ngulik blog padahal cuma urus tema. Dan sampai sekarang masih suka gatel ingin ganti tema haha..

Belum lagi istilah blog dan belajar SEO itu banyak bahasa ‘aneh’ yang akan ditemui khususnya bagi aku yang bukan orang IT. Ditambah, tantangan lainnya bagi Ibu dua anak, antara ngasuh sambil otak-atik blog itu rasanya campur aduk. Tugas domestik sering jadi korban, gengs!

Gak masalah sih, karena perkembangan diri itu lebih terasa. Skill menulis meningkat, kreativitas terasah, membaca lebih semangat dan update dengan isu yang berkembang. Bahan menulis banyak sekali yang bisa dieksplorasi, menulis blog membuat kita jadi lebih ‘produktif’ juga bermanfaat. Para blogger seringkali saling memotivasi untuk menghasilkan sebuah karya.

Butuh motivasi untuk menulis? Baca rahasia produktif menulis yuk!

Setiap tulisan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan ALLAH SWT, Semoga tulisan kita akan menjadi amal jariah kelak.

Jadi, masih mikir-mikir buat menulis di blog gengs?

The Big Why Menulis di Blog
Tagged on:             
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

One thought on “The Big Why Menulis di Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: