Gaya hidup minimalis Jepang yang tertuang dalam buku Seni Hidup Minimalis, seakan mengingatkan kembali tentang anjuran hidup sederhana ala rasulullah. Menarik. Awal kesan ketika membaca isi buku itu, di saat kehidupan mewah dan berlebihan dianggap sebagai hal utama. Konsep minimalis ini muncul mematahkan anggapan itu. Seni hidup minimalis membawa angin segar, karena tanpa disadari manusia sebetulnya mulai lelah dengan gaya hidup berlebihan.

Mengenal Gaya Hidup Minimalis

Identitas diri tidak dilihat dari barang yang kita miliki. Gaya hidup minimalis yang populer di Jepang ini merupakan gaya hidup yang menekankan diri untuk terlepas dari keterikatan dengan barang. Metode STREAMLINE yang dikemukakan oleh Francine Jay menjelaskan tentang cara agar kita bisa hidup dengan minimalis. Metode ini menjadi acuan untuk mempermudah hidup dan menjadi minimalis.

STREAMLINE : Start over (mulai dari awal), Trash, treasure or transfer (buang, simpan, atau berikan), Reason for each item (alasan setiap barang), Everything in its place (semua barang pada tempatnya), All surfaces clear (semua permukaan bersih), Modules (ruangan), Limits (batas), If one comes in, one goes out (satu masuk, satu keluar), Narrow down (kurangi), Everyday Maintenance (perawatan setiap hari).

Menjadi minimalis bisa dimulai dengan menerapkan Streamline. Banyaknya barang dalam rumah sebetulnya menambah keruwetan dibanding memberi fungsi seperti yang diinginkan. Ruangan menjadi sempit, sehingga tanpa sadar rumah menjadi tempat untuk barang-barang daripada manusia itu sendiri. Bahkan, barang yang tersimpan malah banyak yang tidak memberikan efek apa-apa pada pemiliknya.

Kenali kegunaan setiap barang anda

-Francine Jay-

Cara memilih barang yang tepat

Ada tiga kategori barang yang perlu kita ketahui berdasarkan buku Seni Hidup Minimalis, diantaranya barang fungsional, barang dekoratif dan barang emosional. Lihat sekeliling rumah, dan buat inventori barang. Kelompokan menjadi tiga kategori itu. Setelah mencoba, perhatikan jika hampir semua barang di rumah termasuk kategori barang fungsional dan dekoratif artinya kita tidak begitu sulit untuk hidup minimalis. Tetapi, jika ternyata kebanyakan barang malah termasuk kategori emosional, wah.. artinya harus extra berjuang agar kita bisa hidup untuk minimalis.

Pengalaman hidup dari seorang minimalis bisa dibaca disini Review buku seni hidup bersahaja.

Manfaat Hidup Minimalis

Awalnya, menjadi minimalis akan tampak sulit. Tetapi, sedikit demi sedikit aku mulai menerapkan cara untuk lebih minimalis. Seperti memperhatikan fungsi dari suatu barang yang akan dibeli, mementingkan kebutuhan dibandingkan keinginan, lalu mempermudah cara berpikir. Ternyata, buku-buku menumpuk yang sudah aku bereskan memberikan ruang kosong menenangkan. Ruang kerja yang rapi malah menambah semangat dan merangsang ide-ide baru. Lemari baju terasa lebih luas ketika mensortir baju yang sudah jarang digunakan. Yang lebih ‘wah’ adalah aku jadi sadar ternyata pakaian dalam lemari itu tidak dipakai hampir setengahnya.

kita bisa hidup hanya dengan seperlima barang yang kita miliki saat ini tanpa merasa kehilangan apapun

Francine Jay

Konsep minimalis sama dengan kesederhanaan. Bagaimana kesederhanaan ternyata memang lebih memberi kedamaian dan ketenangan. Sama halnya dengan makanan. Selama ini, aku suka ingin makan ini itu dan banyak jenisnya seolah perut sanggup menampung semuanya. Padahal nyatanya, perut hanya mampu mencerna makanan dengan kapasitas terbatas. Bahkan, kalau puasa hanya butuh segelas teh manis aja sebetulnya udah cukup kenyang untuk berbuka, ya gak sih?

Ajaran Nabi Muhammad Saw dan Kaitannya dengan Gaya Hidup Minimalis

Gaya hidup minimalis ini membawa kembali kepada ajaran Nabi Muhammad Saw. Minimalis bukan suatu hal baru sebetulnya. Kesederhanaan dibawa dan dijadikan contoh hidup oleh Nabi Muhammad SAW. Ternyata, memang kesederhanaan membawa keselamatan dalam segala aspek kehidupan.

Setiap barang akan dihisab nantinya

Sesuatu yang berkah adalah sesuatu yang cukup, dan bermanfaat bagi pemiliknya.

#gayahidup #minimalis

 

Gaya Hidup Minimalis Bukan Hal Baru
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: