Pandemi membuat orang makin sayang tanaman. Kebiasaan di rumah aja ternyata membuat kegiatan berkebun semakin dilirik.

Aku dibuat shock ketika melihat berita tentang tanaman hias yang bisa ditukar dengan mobil, antara gak percaya dan terasa berlebihan. Tetapi, itu kenyataan.

Semahal itukah harga sebuah tanaman?

Terlepas dari maraknya tren tanaman hias, aku sebetulnya sedikit tertular. Ada kesejukan dan kedamaian ketika melihat jajaran tanaman rapi di rumah. Udara terasa menyejukkan, rumah lebih asri, sedap dipandang, dan lebih nyaman.

Apalagi keluarga khususnya Mama suka dengan tanaman dari dulu. Lalu, mertua punya kebun sukulen sendiri, menyulap area jemuran menjadi pengembangbiakan sukulen. Tinggal di area pegunungan seolah jadi support system yang membuat aku mau gak mau suka dengan tanaman.

Beberapa waktu lalu, aku  melihat postingan instagram seorang teman. Dia sering membagikan foto hasil kreativitas dengan tanaman. Setiap melihat postingannya, aku semakin penasaran dan terdorong untuk lebih ‘perhatian’ sama tanaman. Meskipun, di rumah banyak tanaman. Aku sendiri jarang sekali menyentuh dan merawat langsung. Paling bantu-bantu siram aja, karena semua tanaman Mama, hehe..

Akhirnya aku chatting dengan temanku. Banyak insight menarik yang aku dapat darinya. Terutama tentang makhluk hidup berwarna hijau itu, kemudian dia mengirimkan sebuah link video yang mengejutkan. Informasi dalam video sangat menambah wawasan.

Setelah berulang kali melihatnya, aku tergerak menulis tentang tumbuhan dalam postingan ini. Masih banyak orang yang belum tahu mengapa tumbuhan perlu untuk kita sayangi.

Sebelum lanjut, mari kita tonton video ini. Sebuah eksperimen yang membuat kita jadi semakin sayang pada tanaman.

Udah nonton video di atas? Apa yang terasa setelah melihat videonya?

Ternyata ada 5 Fakta Tanaman yang mungkin belum sepenuhnya kita sadari, berikut aku jabarkan faktanya:

Fakta 1 : Tanaman ternyata memiliki rasa

Kita tahu sejak zaman sekolah dasar bahwa, di dunia ini terdapat tiga makhluk hidup. Tumbuhan menjadi makhluk ketiga yang seringkali kehadirannya tidak diperhatikan. Terlebih, tumbuhan seakan menjadi makhluk terlemah diantara manusia dan hewan. Terlebih , mereka terlihat tidak bisa bergerak sendiri.

Tetapi, anggapan itu benar-benar dipatahkan setelah menyaksikan video eksperimen di atas. Tumbuhan ternyata sama dengan manusia dan hewan.

Mereka memiliki rasa, takut, sedih, senang. Hanya saja kita tidak mampu menangkap apa yang mereka rasakan. Terbukti dalam eksperimen pertama, dua tanaman yang awalnya berukuran sama. Diberi perlakuan berbeda, menyebabkan pertumbuhan mereka pun berbeda. Tanaman A tumbuh tinggi dan sehat, sementara tanaman B layu dan hampir mati.

Fakta 2 : Tanaman dapat menerima sugesti

Masih berkaitan dengan video, perbedaan tumbuh kembang pada tanaman bisa disebabkan oleh sugesti yang diberikan. Kalimat positif yang ditujukan pada si tanaman ternyata berpengaruh pada perkembangannya. Sebaliknya, kalimat negatif pun berpengaruh pada tanaman B. Setelah tiga puluh hari, terlihat jelas tanaman B menciut dan tidak tumbuh seperti tanaman A.

Fakta 3 : Tanaman bisa memilih

Fakta ini cukup mencengangkan. Tanaman tak terlihat memiliki kedua mata seperti hewan dan manusia. Tetapi, dalam eksperimen kedua, tanaman bergerak dengan sendirinya lalu memilih bergantung pada tanaman lain yang menurutnya lebih baik. Masya Allah..

Fakta 4 : Tanaman memiliki ingatan dan perasaan

Dalam eksperimen ketiga, anggota CIA menguji alat pendeteksi kebohongan dengan menghubungkannya pada  tanaman. Lalu, satu orang diminta untuk merusak satu diantara pohon yang terhubung tersebut. Setelah melakukan itu, beberapa orang diminta menampakkan wajahnya di depan tanaman. Ternyata, tanaman bereaksi dan merasakan ancaman ketika si perusak datang.

Dari eksperimen itu, aku belajar memahami bahwa ternyata tanaman juga dapat mengingat dan merasakan sebuah ancaman. Sebelum melihat video, aku gak pernah tahu kalau tanaman bisa seperti itu. Pengetahuan baru ini menjawab pertanyaanku dulu, kenapa beda orang yang menanam akan berbeda pula pertumbuhan tanamannya.

Fakta selanjutnya, tersirat di dalam video di bawah, tonton dulu yuk!

 

Fakta 5 : Tanaman saling berbicara satu sama lain

Bagaimana bisa sebuah pohon berbicara?

Tayangan dalam video di atas seolah memberikan jawabannya. Suzanne Simard adalah seorang pakar biologi yang meneliti pohon selama 30 tahun. Dalam penelitiannya, terkuak bahwa pohon dalam hutan saling berkomunikasi satu sama lain. Satu pohon terhubung dengan 47 pohon. Mereka berkomunikasi di awali dari sebuah batang besar yang tertua dan paling tinggi di hutan. Pohon berbatang besar memiliki akses terbaik terhadap sinar matahari dan proses fotosintesis. Dari hasil fotosintesis akan menghasilkan gula yang lebih dari cukup.

Di bawah tanah, Jamur tumbuh di antara sistem akar pohon dan menyerap kelebihan gula untuk bertahan. Jamur sendiri terbentuk dari segumpal benang yang disebut Mycellium. Kemudian, Mycellium mengembalikan gula yang terserap kepada pohon dengan memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanah.

Hubungan simbiosis ini dikenal dengan nama Mycorrhiza, berasal dari bahasa latin yang berarti jamur dan akar.

Hubungan pohon dan jamur inilah menghubungkan pohon-pohon di hutan secara bersamaan. Membentuk komunikasi bawah tanah untuk mengganti air dan nutrisi  untuk memelihara bibit mereka, juga mengirimkan sinyal bahaya di bawah akar.

5 fakta tanaman
Tanaman selalu memberikan efek positif terhadap lingkungan sekitar. (Sumber: pexels.com/ylanitekoppens)

Mengetahui kelima fakta tanaman, membuatku semakin sadar bahwa tanaman pun perlu kita perhatikan. Kasih sayang tidak hanya kepada manusia atau hewan saja. Tetapi, tanaman pun membutuhkannya. Apalagi, kehadiran tanaman telah memberikan manfaat besar dalam kelangsungan hidup kita. Sayangnya, populasi hutan kita semakin lama semakin menipis. Tergerus oleh pemukiman manusia atau parahnya keserakahan manusia yang sering tidak disadari.

Flower will not grow, if the stem doesn’t allow

Nayreil

Demi keseimbangan alam, belum terlambat untuk kita memperbaikinya. Menanam satu pohon ternyata sangat berarti. Mungkin itulah cara terminimal kita sebagai manusia untuk berterimakasih pada tanaman juga pada kebaikan Allah SWT. Kegiatan berkebun yang tampak sederhana merupakan salah satu cara bersyukur kita.

Ayo, sayangi tanaman dan mulai berkebun.

search nurulafiati.com on google

 

 

 

 

Makin Sayang Tanaman Setelah Tahu 5 Fakta ini
Tagged on:         
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

9 thoughts on “Makin Sayang Tanaman Setelah Tahu 5 Fakta ini

  • Avatar
    December 28, 2020 at 2:45 pm
    Permalink

    aq jadi kangen berkebun mba karena sebenarnya suka berkebun sejak kecil mba karena kebetulan orang tua punya usaha menjual tanaman namun ketika dewasa tanahnya sudah dijual dan sampe sekarang cuma bisa menikmati saja berbagai tanaman di taman atau di toko penjualan.

    Reply
    • Nurul Afiati
      December 30, 2020 at 7:01 am
      Permalink

      Ayo mba cobain berkebun di rumah lagi, yg di pot2 aja kecil2 juga lumayan nyegerin. Atau sukulen yang hiasan di meja2 itu, tanaman emang bikin rileks

      Reply
  • Pingback:Tulisan Minggu #49 2020 - 1 Minggu 1 Cerita

  • Avatar
    December 29, 2020 at 5:48 am
    Permalink

    Aku malah dr dl sring ngobrol dgn tanamn2ku 😂😂😂

    Reply
    • Nurul Afiati
      December 30, 2020 at 6:59 am
      Permalink

      Wah, aku malah baru2 ini ngobrol sama tanaman pas tau fakta dari eksperimen itu 😆

      Reply
  • Avatar
    December 30, 2020 at 6:44 am
    Permalink

    Aku gak begitu rajin mengurus tanaman mba, tapi ibuku hobi banget dari dulu. Bahkan sejak booming lagi, rumah tambah penuh sama tanaman-tanaman baru.

    Reply
    • Nurul Afiati
      December 30, 2020 at 7:00 am
      Permalink

      Samaa sih, aku juga mama sama suami malah yang suka tanaman awalnya, eh sekarang nular 😁

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: