Beberapa hari lalu, aku membuka aplikasi Ipusnas setelah sekian lama tidak meminjam buku disana. Sebetulnya, aku agak bosan sih, karena rasanya buku-bukunya mulai kurang menarik disana. Tapi karena butuh ide segar untuk inspirasi menulis, akhirnya aku kembali membuka aplikasi itu. Tanpa disangka, ketika mengeksplor halamannya untuk mencari buku, bermunculan buku baru dan menarik khususnya non fiksi. Wah, seneng banget serasa menemukan harta karun.

Baca juga review buku Seni Hidup Bersahaja, shunmyo Masuno

Buku pilihanku disana ternyata banyak yang diserbu orang. Jadi, aku harus masuk daftar tunggu untuk meminjam buku tersebut, salah satunya buku dengan cover kuning ini.

buku Richard Carlson
sumber : goodreads

Eits, ada yang belum download ipusnas? sayang banget ! Cobain deh download sekarang. Ada ratusan judul buku, gratis dan legal. Ayo kita manfaatkan! (Bukan iklan, tapi anjuran aja, hehe..)

Si kuning ini menarik. Buku hasil karya Richard Carlson, Ph.D. Seorang penulis buku- buku best seller motivasi dan pengembangan diri di Amerika Serikat. Berkat kelahiran buku ini, dia menjadi pembicara tamu di acara program televisi dan radio berskala nasional. Menebarkan filosofi ‘ jangan membuat masalah kecil menjadi besar’ yang ditulisnya.

Di Indonesia sendiri, buku non fiksi ini diterjemahkan dan diterbitkan oleh PT.Gramedia Pustaka Utama. Dengan desain soft cover, 234 halaman. Seperti buku pengembangan diri lainnya, terdapat 100 judul yang dibahas. Tulisan setiap judul dibuat singkat, padat dan mudah dipahami. Diantara bahasan itu, aku rangkum 7 judul menarik dari 100 bab yang terdapat dalam buku. Yuk, kita simak satu per satu!

6 Judul Menarik dari Buku Jangan membuat masalah kecil jadi masalah besar.

Ungkapan yang dijadikan judul buku Richard Carlson ini, sudah sering kita dengar. Kadang sebagai manusia yang memiliki kesibukan dan pikiran yang banyak. Masalah kecil dan besar sulit untuk dibedakan. Sehingga perilaku yang muncul dalam mengatasi setiap masalah sama saja. Tanpa sadar, kita pun malah membuat masalah kecil menjadi besar, atau sebaliknya.

Penemuan terbesar dari generasiĀ  saya adalah seorang manusia dapat mengubah hidupnya dengan cara mengubah tingkah lakunya.

William James

Kabar baiknya, kita butuh untuk ‘sadar’ bahwa telah membesarkan masalah kecil. Membaca buku ini menjadi salah satu pengingat untuk memunculkan ‘kesadaran’ itu.

Hilangkan pikiran bahwa orang yang santai dan lemah lembut tidak dapat meraih prestasi tinggi.

Menjadi orang tenang masa kini sudah sulit untuk diaplikasikan. Kita terbiasa hidup dengan tergesa, cemas dan bersikap kompetitif. Hal itu yang mendorong kita mudah stress. Anggapan kerja cepat, jalan cepat, makan cepat mempengaruhi standar kehebatan seseorang. Padahal efektivitas sesuatu tidak bergantung dari kecepatannya. Carlson, dalam hidupnya bergaul dengan orang-orang tenang, santai dan menyenangkan. Inner circle nya adalah pengarang buku laris, konsultan, orangtua yang penuh kasih, ahli komputer dan CEO. Mereka tekun dengan pekerjaan dan menguasai kemampuan bawaannya. Dari sanalah, Carlson belajar bahwa,

Bila kita memiliki keinginan apa yang kita inginkan (ketenangan batin), kita tidak akan terlalu diganngu oleh keinginan, kebutuhan, impian, dan masalah. Jadi, kita akan lebih mudah berkonsentrasi meraih tujuan dan memeberikannya kepada orang lain.

Richard Carlson

Biarkan diri anda merasa bosan

Bosan ternyata baik. Gagasan itu menarik untuk dijabarkan, Carlson pernah belajar menjadi ahli terapi di La Corner,Washington. Setelah hari pertama pelatihan selesai, Carlson bertanya tentang apa yang harus dilakukan pada malam hari disana. Instrukturnya hanya menjawab,”Biarkan diri menjadi bosan”.

Bila kita membiarkan diri merasa bosan, bahkan cuma satu jam atau kurang- dan tidak menyerah , rasa bosan itu akan digantikan oleh rasa damai.

Ucapan dari instrukturnya, awalnya membuat aku sedikit bingung. Tetapi makna menjadikan diri bosan ternyata sangat dalam. Kecemasan dan pertentangan batin berasal dari otak yang sibuk dan terlalu aktif. Itu menunjukkan seolah kita takut tak punya sesuatu untuk dilakukan, bahkan untuk semenit pun.

Sama halnya dengan tubuh, pikiran juga butuh istirahat. Membiarkan bosan sama dengan memberi kesempatan untuk santai. Pikiran yang sudah istirahat, akan kembali lebih kuat, tajam, fokus dan kreatif.

Ungkapkan keterbatasan anda, maka keterbatasan itu akan menjelma dalam diri anda

Pikiran adalah alat paling kuat pengaruhnya. Dalam buku ini, dijelaskan tentang kita yang sering menghabiskan energi untuk mengkritik segala keterbatasan. Jika pikiran fokus pada keterbatasan, maka kita akan mencari cara untuk membuktikan bahwa hal itu benar. Maka, itulah yang jadi kenyataan.

Setelah, membaca buku ini, aku lebih sadar untuk fokus pada kelebihan bukan kekurangan.

Ingat, seratus tahun lagi. Kita semua tidak ada

Seratus tahun dari sekarang tak ada yang akan ingat peristiwa ini, tak ada yang peduli.

Inti dari judul buku sedikitnya dijelaskan pada bab ini. Semua hal kesulitan yang terjadi sekarang adalah hal kecil yang dalam seratus tahun lagi tak dipedulikan orang lain. Maka, jangan anggap masalah itu sebagai sesuatu besar. Nyatanya, kita akan menemukan solusi dari setiap masalah. Setuju?

Bila seseorang melempar bola pada anda, anda tidak perlu menangkapnya

Gagasan ‘tidak menangkap bola’ menjadi gagasan sederhana yang memberikan efek kedamaian dalam diri. Setiap saat, tanpa sadar kita sering dihadapkan pada suatu masalah yang bukan urusan kita. Misalkan seorang teman datang menceritakan masalahnya, contoh berkonflik dengan suaminya. Lalu teman tersebut, meminta pendapat kita. Itulah yang disebut melempar bola, kemudian kita memberi saran dan ikut memikirkan masalahnya. Padahal itu bukan urusan kita (menangkap bola). Selain membuang energi, kita masih memiliki urusan yang terkait langsung dengan diri. ‘Tidak semua bola harus kita tangkap.’

Temukanlah keluarbiasaan pada hal-hal biasa

Ketika membaca bab ini, aku dibuat terkesima dengan pelajaran berharga pada tulisan Carlson.

Kenyataanya, dalam hidup ini kita melihat apa yang ingin kita lihat. Bila mencari-cari keburukan, kita akan menemukannya banyak sekali. Tetapi hal kebalikannya juga berlaku. Bila kita mencari sesuatu luar biasa dari hal biasa-biasa saja, kita dapat melatih diri untuk dapat melihatnya.

Pelajaran seutuhnya bisa ditemukan pada buku halaman 226

Secara keseluruhan, aku merekomendasikan buku ini untuk dijadikan bahan bacaan. Banyak hal dan perspektif baru yang ditemukan. Buku kuning iniĀ  juga bisa dibaca ‘ngemil’, tak perlu urut dari halaman pertama.

Ada yang sudah baca buku RICHARD CARLSON ini? Apa pelajaran penting lainnya yang didapat? Ceritakan di kolom komentar aja!

Salam,

search nurulafiati.com on google

#ReviewBuku #RichardCarlson #JanganMembuatMasalahKecilJadiMasalahBesar

Review Buku Richard Carlson
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: