Membaca novel, cerpen dan karya fiksi lainnya sering membuat aku merasa tertarik ke dalam dimensi cerita, merasakan situasi, membayangkan dunia dan segala isi yang terdapat dalam cerita. Padahal kalau dipikir, dalam buku hanya ada berjajar kata tanpa gambar visual apapun. Itulah salah satu kepiawaian seorang penulis yang wajib untuk dipelajari, jika ingin menjadi penulis.

Maka, semakin tinggi jam terbang sang penulis akan semakin hebat pula tulisannya. Beruntung, aku temukan sebuah buku berjudul Membangun Setting Lokasi . Ternyata, dari sana aku mendapat ilmu, diambil dari pengalaman penulis Clara Ng, Benny Arnas, Gola Gong, Hanna Fransisca, dan masih banyak lagi. Ilmu membangun setting itu kemudian aku rangkum menjadi Rahasia Menulis Setting berikut:

Buat spot berbeda di tempat biasa

Tempat menjadi salah satu faktor pendukung cerita. Sebuah cerita akan terasa nyata, jika latar sesuai dengan dialognya. Bahkan, imajinasi penulis dalam cerita dapat sampai pada pembaca ketika deskripsi latarnya benar-benar detail. Namun, saking banyaknya cerita yang kita baca, penggambaran latar pun harus semakin kreatif. Supaya pembaca tidak bosan dan tidak mudah menebak cerita.

Salah satu cara kreatif menggambarkan latar adalah dengan menceritakan tempat biasa dari sudut pandang berbeda. Mari simak contohnya, dalam ruang kelas. Biasanya cerita di kelas akan menggunakan sudut pandang siswa atau manusia yang berada di kelas. Biar tampak segar, ubahlah sudut pandang yang digunakan, yaitu memakai sudut pandang meja guru, atau benda lain yang mampu menceritakan suasana dalam kelas. Kita akan dibawa memahami latar dari sisi benda mati. Menarik.

Tempat baru ciptaan sendiri

J.K Rowling menggunakan dunia imajinasinya untuk membuat sebuah cerita. Harry Potter dan dunianya adalah ruang imaji dari sang penulis. Membuat latar tidak harus dari tempat nyata yang ada di dunia. Sangat mungkin, jika kita menggunakan dunia khayalan kita untuk membuat cerita semakin menarik. Tantangannya adalah bagaimana menjelaskan dunia ciptaan kita kepada pembaca hingga mereka memahami seolah itu menjadi dunianya. Kereen.

Jelajahi wilayah di seluruh Indonesia.

Lokalitas suatu daerah sering dijadikan sebuah latar dalam cerita pendek media massa. Memang unsur lokalitas, selalu menarik untuk dijadikan ide cerita pendek. Mengangkat budaya dan adat beragam, sekaligus membuat pembaca mengenal lebih jauh tentang budaya Indonesia. Jika ingin dipelajari lebih dalam, wilayah Indonesia memiliki beragam budaya yang dapat dijadikan ide cerita khas. Untuk menjadikan Indonesia sebagai latar cerita, pilihlah satu tempat yang kental budayanya. Ciri khas tempat akan sangat menunjang cerita. Selain itu, cerita kita akan terlihat unik.

Deskripsi Autoritatif

Deskripsi Autoritatif adalah mendeskripsikan segala hal dengan jelas. Contohnya, Antara rumahku dengannya hanya berjarak 100 meter saja. Jumlah penduduk desa yang terkenal angker itu sekitar 30 kepala. Aku di depan pagar rumahnya dengan tinggi 1.5 meter.

Dengan mendeskripsikan secara detail, apa yang penulis bayangkan, gambarannya sampai kepada pembaca. Tentu aja, pembaca akan lebih merasakan cerita jika mendapatkan gambaran jelas dari latarnya

Melibatkan panca indera pembaca

Teknik Show don’t tell membuat sebuah cerita terasa hidup. Menunjukkan berbeda dengan menceritakan. Menunjukkan berarti membawa pembaca untuk terlibat dalam cerita secara langsung. Sedangkan menceritakan, hanya menjabarkan kembali suatu kejadian tanpa melibatkan pembaca, terutama secara emosional.

Kedua mataku terbelalak melihat pemandangan di seberang jalan. Aku putar kembali rekaman kejadian dua hari lalu, ketika melihat Andi dengan balutan gips memenuhi kedua pangkal pahanya. Hatiku mengelak apa yang kulihat. Dadaku bergemuruh, darah merambat dalam tubuh seolah memanas, amarah hadir di antara rasa tak percaya. Tidak mungkin, Andi bisa berjalan normal. Bahkan telingaku telah menangkap ucapan dokter, Andi telah lumpuh.

Alasan logis pemilihan tempat, harus menyatu dengan cerita

Sebelum memilih tempat yang menguatkan cerita. Sedikit tips agar tidak bingung untuk menentukannya : Tentukan dulu tempat tinggal, tempat bekerja, tempat bermain tokoh utama, Lingkungan tempat tinggal nantinya akan berpengaruh pada karakter tokoh. Pemilihan tempat harus disesuaikan dengan cerita. Supaya cerita tampak natural.

Observasi tempat, suasana dan atmosfirnya

Menggunakan taman sebagai latar cerita, jangan lupa masukkan deskripsi tempat, suasana dan atmosfir di dalamnya. Kalau perlu, rasakanlah situasi itu secara langsung. Datangi taman dan lihat apa yang terjadi disana. Rasakan udara dan situasinya. Bagaimana saat keadaan ramai atau sepi. Buatlah hasil observasi itu ke dalam tulisan. visualisasikan dengan tulisan. Ayo dicoba!

Googling

Gak ada waktu observasi?

Gak masalah. Mari manfaatkan google, coba cari informasi sebanyak-banyaknya tentang suatu tempat yang ingin dijadikan setting. Lalu tambah referensinya dengan melihat review dari orang yang sudah mengunjungi tempat itu. Mencari informasi melalui google  bisa cukup membantu, saat sibuk. Walaupun begitu, biasanya akan lebih baik jika merasakannya langsung. Akan ada hal baru yang didapat.

Riset

Lakukan tiga riset yang dapat memperkaya tulisan. Pertama, riset pustaka. Cari buku-buku yang membahas secara lengkap tentang tema tulisan yang digarap. Lalu riset tokoh, untuk karakter yang kita pilih sebagai tokoh utama. Mulai dari profesi dan bagaimana karakter tokoh yang kita pilih itu menjalani kehidupanya. Terakhir, lakukan riset lapangan. Semakin riset yang dikerjakan lengkap, akan semakin mudah pula nantinya kita menyusun sebuah cerita.

Itulah sedikitnya rahasia dalam menulis setting cerita. Jika ingin mendapatkan versi lengkapnya, boleh baca langsung aja dari buku Rahasia Penulis Hebat Membangun Setting Lokasi. Dari sana kita akan mendapat banyak wawasan baru dari para penulis hebat. Setiap orang itu unik, maka setiap lmu yang kita dapat dari berbagai orang akan memperkaya pengetahuan dan keahlian kita. Insya Allah..

rahasia membangun setting
Rekomendasi untuk yang sedang buat karya fiksi

#Menulis #TipsMembangunSetting

 

 

Rahasia Menulis Setting
Tagged on:             
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: