Desain taman ala jepang selalu membuatku tertarik. Hanya dengan melihatnya di internet saja, aku merasa lebih tenang dan rileks. Waktu kecil, saat lebaran aku pernah melihat kaleng biskuit unik di rumah nenek. Kaleng itu menampilkan gambar sebuah taman di Jepang. Lengkap dengan gadis berkimono sedang memegang payung, karena dulu belum ada internet, aku hanya tau kalau itu pemandangan di Jepang.

biskuit gambar taman jepang
Dapat gambar dari Tokopedia. Ternyata itu biskuit nissin

Gak sengaja, sambil mengisi kekosongan aku dapat sebuah buku menarik dari aplikasi ipusnas. Buku berjudul Seni Hidup Bersahaja karya Shunmyo Masuno memberi wawasan lebih tentang Taman Zen. Penulis adalah seorang perancang taman Zen dan profesor desain lingkungan di salah satu sekolah seni Jepang. Dia memiliki beragam penghargaan dan sering memberi kuliah di beberapa universitas.

Buku ini sebetulnya membahas tentang bagaimana kita hidup dengan cara sederhana, apa adanya dan sesuai jati diri. Bukan akibat dari label orang lain. Pembahasan dalam buku ini ditulis dengan singkat, namun padat makna, terdiri dari empat pembahasan. Diantaranya cara membugarkan diri ‘saat ini’, cara menginspirasi kepercayaan diri dan keberanian hidup, cara untuk meredakan kebingungan dan kecemasan, cara menjadikan setiap hari adalah hari terbaik.

zen garden
Buku Shunmyo Masuno (Foto : Bincang Buku)

Untuk lengkapnya, baca reviewnya disini!

Atau bisa baca langsung aja dari bukunya. Mau yang gratis pun ada kok, di ipusnas ya..

Dan, mari kembali lagi ke Zen Garden.

Mengenal Filosofi Zen

Menurut wikipedia, berikut makna dari kata Zen,

Zen adalah salah satu aliran Buddha Mahayana. Kata Zen adalah bahasa Jepang yang berasal dari bahasa mandarin “Chan” (禪, Pinyin: Chán). Kata “Chan” sendiri berasal dari bahasa Pali “jhana” atau bahasa sanskerta, dhyana( ध्यान ). Dalam bahasa vietnam Zen dikenal sebagai “thiền” dan dalam bahasa korea dikenal sebagai “seon”.

Jhana atau Dhyāna adalah sebuah kondisi batin yang terpusat yang ditemui dalam meditasi. Meski secara semantik, kata Chan sendiri berasal dari kata ‘dhyāna’ (Sansekerta) atau ‘jhana’ (Pali) atau ‘Chan-na’ 禪那 (Tionghoa). Zen tidak bertujuan pada pencapaian jhana. Ini sekadar menunjukkan bahwa ajaran Zen sangat menekankan pada aspek meditasi atau samadhi.

Dalam arti kata lain, Filosofi Zen mengedepankan intuisi manusia yang diperoleh melalui meditasi. Pemaknaan hidup dengan ketenangan menjadi kuncinya. Kehadiran taman zen yang berada di sekitar kuil menjadi tempat meditasi dan pencerahan bagi para biksu. Pemandangan itu diadaptasi ke dalam konsep taman Jepang yang mulai dihadirkan dalam taman-taman di perkotaan atau rumah.

Zen Garden

Taman Zen dibangun sebagai ruang untuk melarikan diri sejenak dari kepenatan pikiran. Oleh sebab itu, Banyak contoh taman zen populer diaplikasikan di lahan besar maupun sempit. Penggabungan elemen tanaman, batu dan air menjadi ruang sempurna sebagai tempat relaksasi. Biasanya konsep taman ini, tidak menggunakan air tetapi menggunakan pasir atau yang dibentuk seperti air. Disanalah cara meditasinya, ketika memandang taman zen, kita akan membayangkan aliran air disana, sehingga kita akan menemukan ketenangan. Tetapi semakin kesini, penggunaan air secara nyata dijuga diterapkan.

Biar tenang. Yuk, kita refreshing sejenak!

zen garden
Sumber : pinterest
zen garden
Rasanya asik bisa nulis disana ya. Sumber : Pinterest

Membuat Taman Zen di Rumah

Sebuah ide bagus, jika kita bisa memanfaatkan lahan kecil di rumah untuk dijadikan taman zen. Sebetulnya tidak perlu lahan luas, lahan sempit pun bisa disulap menjadi tempat menenangkan. Aku juga ingin sekali menyulap taman belakang rumah menjadi taman zen, nanti sedikit demi sedikit. Karena aku orang rumahan yang suka kedamaian, taman zen ini bisa membuat aku semakin nyaman dan fokus ketika menulis nanti, sekarang berusaha dan berdoa dulu aja, semoga Allah mudahkan, aamiinn..

Secara umum, berikut manfaat yang bisa dirasakan jika terdapat taman zen di rumah

  • Tempat meditasi, rileksasi dan penghilang stres
  • Area rumah lebih cantik
  • Memperbaiki pikiran dengan melihat harmoni alam
  • Meskipun di rumah, tetap terasa liburan
  • Ketenangan

Punya taman zen di rumah? Share yuk di kolom komentar, siapa tau bisa jadi inspirasi aku nanti, hihi..

#TamanZen #ZenGarden #NuansaJepang

 

Sumber :

Buku Seni Hidup Bersahaja, Shunmyo Masuno.

7 Elemen Dasar yang Dibutuhkan Dalam Merancang Zen Garden

https://www.99.co/id/panduan/zen-garden

https://id.wikipedia.org/wiki/Zen

https://www.dekoruma.com/artikel/68093/inspirasi-taman-zen-garden

Ingin Punya Zen Garden di Rumah
Tagged on:
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

2 thoughts on “Ingin Punya Zen Garden di Rumah

  • Avatar
    November 11, 2020 at 4:44 pm
    Permalink

    Enak ya kak kalau punya taman kaya gitu. Adem gitu. Bisa sering-sering yoga atau meditasi

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: