Tantangan ODOP kali ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Pertama melihat tugasnya, aku teringat pelajaran bahasa Indonesia di waktu SMA. Bukan sekali dua kali, aku mendapat tugas mengulas cerpen. Dulu mengerjakan tugas seperti ini seolah tanpa beban, mengalir aja asal mendapat nilai. Kali ini, justru berbeda, ada niat ketika mengerjakannya.

Ada perasaan ingin mengerjakan sebaik-baiknya, karena sebelum mengikuti ODOP, aku pun tergabung dalam komunitas Excellent Family Writers, disanalah aku sadar bahwa dalam membuat cerpen yang baik dibutuhkan effort, dan ketika membahas sebuah cerpen ternyata banyak sekali yang bisa didapat. Kreativitas penulis cerpen sangat luar biasa.

Setelah menimang cerpen mana yang akan diulas dalam Ngodop, aku memilih untuk mengulas cerpen karya Achmad Ikhtiar atau sering disebut uncle iik.

Telaah cerpen separuh jalan menuju Elisian
Cerpen karya Achmad Ikhtiar

Unsur Intrinsik dalam Cerpen Separuh Jalan Menuju Elisian

Mari kita telaah bersama, tema yang diangkat dari cerpen ini adalah mengenai kematian. Awalnya aku tidak terlalu paham dengan isi cerita. Namun penulis membuat kalimat pembuka yang menarik dengan menggunakan dialog.

Cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Sehingga tokoh aku menjadi pelaku yang membawa pembaca ke dalam cerita. Tokoh-tokoh yang ikut meramaikan cerita diantaranya Arman, seorang teman sebangku tokoh ‘aku’ sewaktu SD. Juniarto yang juga sahabat dari tokoh ‘aku’saat SMA. Ibu, orang yang paling disayangi dan dicintai oleh ‘aku’. Terakhir, Izrail sebagai malaikat pencabut nyawa yang hadir di kalimat pembuka dan kalimat akhir dai cerita.

Alur cerita menggunakan alur maju dan mundur. Latar atau setting yang digunakan di rumah sakit.

Saat sadar, aku sudah ada dalam ruangan putih pucat yang berbau karbol. Aku ada di rumah sakit. Dengan selang yang berseliweran menembus tubuhku. 

Inti cerita yang aku tangkap dari cerita pendek di atas adalah tetang proses seseorang menjelang kematian. Sat ajal mendekat, dia mulai mengingat teman-teman dekat di sekitarnya. Selain itu, muncul bayangan ibu yang membuat tokoh ingin sekali memeluknya. Namun, di balik kejadian dan kebimbangannya tokoh aku memilih untuk pergi bersama malaikat Izrail menuju gerbang kematian.

Pesan moral yang aku dapat ketika membaca cerita ini adalah,

Waktu yang dimiliki manusia di dunia itu sangat terbatas. Kita tidak akan pernah tahu kapan waktu itu akan berakhir dan kapan kematian akan datang. Maka, pergunakanlah waktu kita sebaik-baiknya. 

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Setelah menelaah unsur intrinsik, kita lanjutkan membahas ekstrinsiknya ya,

Arman. Teman sebangku waktu SMP dulu. Anak yang jenius dan pendiam. Dengar-dengar sekarang sudah jadi orang penting di pemerintahan. Muncul wajah lagi, seorang sahabat waktu SMA. Juniarto. Jago basket dan sangat bercita-cita jadi atlet, ada selentingan kabar sekarang sudah jadi bandar narkoba.Takdir memang sulit ditebak.

Tulisan di atas mengangkat keadaan sosial dalam masyarakat. Fenomena sosial tersebut sering terjadi, bahwa nasib seseorang seringkali berubah tanpa disangka. Maka sebagai manusia, hendaknya kita tidak berprasangka atas nasib orang lain. Atas dasar itulah, mungkin penulis tertarik mengangkatnya ke dalam cerpen ini.

Sedikitnya, itulah telaah cerpen yang bisa aku tuliskan dari judul Separuh Jalan Menuju Elisian. Setiap penafsiran seseorang tentang suatu cerita pendek pasti berbeda-beda. Ambillah hal positifnya saja ya!

#OneDayOnePost #ODOP #ODOPChallenge6

Ulasan Cerpen Separuh Jalan Menuju Elisian
Tagged on:         
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: