Pelajaran Hidup dari Laba-laba dan lalat
Jaring laba-laba memiliki kekuatan lima kali lipat dibanding benang baja. (Gambar : Pixabay)

Apa yang terlintas ketika membaca judul dari artikel ini?

Adakah yang berpikir ini sebuah dongeng? Atau fabel untuk kisah anak-anak?

Jika ada yang berpikir demikian, ternyata tulisan ini bukan fabel ataupun dongeng. Ini adalah tulisan dari hasil perenungan yang ternyata berhubungan dengan kehidupan. Alam beserta isinya memiliki makna yang kadang tidak mampu kita tangkap. Begitu pun dengan kehidupan hewan-hewan di sekitar kita yang sebetulnya menunjukkan bukti akan kekuasaan-Nya.

Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, “Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-NYA kepada kami?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu, hati mereka serupa. Sesungguhnya kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan kami kepada kaum yang yakin.

Q.S Al-Baqarah 118

Ketika adzan dzuhur berkumandang. Asep berangkat menuju mesjid untuk melaksanakan salat. Di dalam mesjid, kedua matanya menangkap sebuah sarang laba-laba yang bergantung pada dinding. Tak jauh dari sana, terbanglah lalat melintas dekat sekali dengan sarang tersebut.

Seketika, Asep terpikir untuk membantu laba-laba. Dia tangkap lalat itu dan berniat menaruhnya di atas sarang supaya laba-laba bisa memakannya.

Percobaan pertama, lalat berhasil lepas ketika akan ditempelkan di atas sarang. Dicoba lagi, percobaan kedua si lalat pun pergi saat sudah sedikit menempel di atas sarang. Tak menyerah, Asep mencoba lagi menangkap dan menaruhnya kembali. Sayangnya, tetap gagal. Hingga percobaan kelima, lalat tetap kabur dan sarangnya malah rusak.

Ketika pulang dari mesjid, Asep menceritakan pengalamannya dan tiba-tiba dia berkata,

Orang yang memiliki kekuasaan bisa saja berkehendak terhadap hidup orang lain. Tetapi, semua upayanya mau itu baik atau buruk terhadap orang lain tidak akan berhasil jika Allah tidak berkehendak.

Anggap saja lalat itu adalah orang yang tidak berdaya, sementara Asep menjadi orang yang memiliki kuasa. Keinginan Asep untuk membantu laba-laba dan memberikan lalat sebagai umpan, nyatanya tidak berhasil. Ada kemungkinan, lalat mungkin bukan rezeki si laba-laba dan Allah SWT tidak menghendaki lalat menjadi santapan laba-laba saat itu. Wallahualam

Sedikit kembali ke zaman nabi Ibrahim As, ketika raja Namrud menginginkan Ibrahim mati dengan membakarnya hidup-hidup. Tetapi, rencananya tidak berhasil. Di luar dugaan, Allah mengubah api yang panas menjadi dingin seketika. Padahal, Namrud dengan kejamnya sudah mengikat Ibrahim dan saat itu semua orang akan menyangka kalau Ibrahim tidak akan bisa lolos.

..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Al Baqarah 216

Itulah hidup. Setiap makhluk tidak akan terlepas dari pantauan Allah SWT. Kehidupan kita mulai lahir hingga nanti bertemu ajal tercatat dan tak luput dari pandangan Allah SWT. Maka, ketika kita sedang putus asa dan merasa gagal. Lihatlah ke depan, perbaiki kesalahan dan tidak menyalahkan keadaan. Karena semua hal yang menurut kita baik belum tentu baik pula di mata-NYA. Sementara, hal yang terlihat buruk belum tentu buruk bagi sang Maha Kuasa.

Semangat ya!

Sumber : Tempo

#OneDayOnePost #CatatanKehidupan #Hikmah

 

 

Pelajaran Hidup dari Laba-laba dan Lalat
Tagged on:                         
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

16 thoughts on “Pelajaran Hidup dari Laba-laba dan Lalat

  • Avatar
    October 15, 2020 at 11:35 am
    Permalink

    Mbaaa….duuhh semangat selalu yaa emak2 yang anaknya Ndak cuma satuuu… Salut aku sama Mbaak inii… Tetep semangat ya mbaa… Lulus bareng2 yaa kitaaaa…

    Reply
    • Nurul Afiati
      October 15, 2020 at 11:43 am
      Permalink

      Iya aamiinn moga kita lulus odop ya.. tantangannya banyak tapi kita pasti bisa

      Reply
  • Avatar
    October 15, 2020 at 12:29 pm
    Permalink

    Ceritanya keren, Kak

    Reply
  • Avatar
    October 15, 2020 at 8:48 pm
    Permalink

    Nah tuh kan kalau sudha bisa nulis diulas apapu jadi bagus … keren kak

    Reply
  • Avatar
    October 15, 2020 at 10:25 pm
    Permalink

    Masya Allah .. Dalam sekali makna tulisannya kak .. Lewat lalat dsn sarang laba2 kita bisa memetik pelajaran hidup..

    Reply
  • Avatar
    October 15, 2020 at 11:05 pm
    Permalink

    Karena semua hal yang menurut kita baik belum tentu baik pula di mata-NYA. Sementara, hal yang terlihat buruk belum tentu buruk bagi sang Maha Kuasa

    sangat menginpirasi. Jadi self reminder

    Reply
  • Avatar
    October 15, 2020 at 11:36 pm
    Permalink

    hikmah yang luar biasa dalam cerita laba-laba dan lalat ini. barokallah kak

    Reply
  • Avatar
    October 16, 2020 at 6:24 am
    Permalink

    Maa syaa Allah kadang memang ayat Allah itu ada dimana-mana sampai dengan lalat dan laba-laba bisa jadi sebuah pengingat, keren kak sukaa

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: