Jalan menuju kebahagiaan itu tersembunyi di balik kesucian pengetahuan dan kejernihan wawasanmu

Dr.Aidh Al Qarni

Seperti yang sudah aku ulas kedua buku dari Dr. Aidh yaitu La Tahzan dan Akhirnya kutemukan Kebahagiaan Sejati.

Keduanya bisa membuat aku merasa tersiram secara rohani. Kali ini, aku ingin membuat artikel yang membahs tentang kiat menulis sang penulis kedua buku tersebut. Baca sampai akhir ya!

kiat menulis Dr.Aidh
Sumber pexels.com by Lum3n

Kiat Menulis Dr Aidh Al-Qarni, Penulis Buku La Tahzan

Baiklah, pertama-tama kita kenalan dulu yuk sama beliau.

Penulis adalah Dr.Aidh Abdullah bin Aidh al-Qarni. Beliau lahir dari keluarga ulama, lulusan doktor di Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud, Arab Saudi. Dikenal sebagai penghafal Al Quran dan kitab Bulughul Mahram.

La Tahzan justru lahir saat beliau berada di penjara. Pada waktu itu, beliau masuk bui atas keberaniannya menyampaikan kebenaran saat menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi. Meskipun, keberanian itu berbuah pahit, dia malah menjadikan waktunya produktif dengan menulis.

Tulisannya diterbitkan tiap pekan di harian Asharqul Awsath yang semula diterbitkan di London. Buku ini sudah diterjemahkan ke 29 bahasa dunia. Dicetak kurang lebih 1.5 juta eksemplar di Arab Saudi.

Selain La Tahzan, penulis produktif ini sudah menghasilkan lebih dari 70 buku seperti Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia, Ramadhankan Hidupmu, Tersenyumlah, Jangan Putus Asa, Jagalah Allah, Allah menjagamu, dan masih banyak lagi.

Di balik lahirnya buku fenomenal itu, Dr. Aidh mengungkap alasannya menerbitkan buku dalam penjara.

Menurut beliau, dalam Al Quran dijelaskan bahwa sebagai orang beriman kita tak boleh bersedih. Maka, buku itu sebetulnya adalah nasihat untuk dirinya sendiri untuk tidak bersedih. Lalu, alasan kedua yaitu kesedihan adalah penyakit alam yang dialami manusia. Maka, penulis berharap buku ini menjadi penawar bagi setiap kesedihan. Bukan hanya untuknya tetapi juga semua pembacanya.


Tips dari Dr. Aidh Al Qarni Agar Mudah dalam Mendapat Ilmu dan Menulis :

1. Niat karena Allah.

Beliau menganjurkan, ketika ingin menulis maka niatkan semua karena Allah Swt.
Jika kita niat ikhlas mengerjakan sesuatu karena Allah, maka Allah akan memberikan kemudahan untuk kita mendapat manfaat dari ilmu tersebut. Begitu pun yang akan membaca tulisan kita kelak, Allah akan mudahkan pembaca untuk memahami setiap tulisan yang kita buat.

2. Pelajari setiap ilmu bertahap, berjenjang.

Tak perlu tergesa-gesa. Setiap ilmu hendaknya di dapat dengan perlahan dan berjenjang.
Nikmati setiap prosesnya, usahakan agar naik kelas. Upgrade diri hingga kita menguasai ilmu itu. Semoga Allah mudahkan pula untuk kita belajar.

3. Membaca dan Diskusi dengan Orang yang Paham Ilmunya.

Membaca akan memberi kita pengetahuan, namun supaya tidak hilang, diskusi dengan ahli. Supaya ilmu yang didapat melekat. Terkadang, ilmu yang didapat dari buku perlu untuk dikuatkan oleh guru. Peran guru sebagai pengingat jika kita mengalami kesalahan dan pendorong agar kita memahami dengan baik.

4. Amalkan Ilmu yang Didapat.

Praktikan semua ilmu yang dipelajari. Jangan biarkan menjadi sia-sia.

5. Sudah Ahli, Ajarkan Kepada Orang Lain.

Jadikan manfaat, beri ilmu yang kita punya. Agar menjadi berkah baik untuk pribadi maupun orang lain. Dr. Aidh memilih mengajarkannya melalui tulisan. Supaya dapat menjangkau lebih banyak orang dan tak lekang oleh waktu. Tulisan pun kelak akan menjadi amal jariah baginya. Maka, salah satu motivasi menulisnya kuat karena alasan akhirat.

Orang yang paling pantas mendapatkan kemenangan adalah orang yang telah berjuang keras
Dr.Aidh al-Qarni

Aku belajar banyak hal tentang kehidupan dari buku-buku beliau. Ada ketenangan sendiri yang dirasakan saat membaca bukunya. Setiap katanya bermakna dalam dan sebagai pengingat. Kelima kiat di atas semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita, khususnya yang suka menulis. Karena kita tidak tahu bahwa mungkin saja di luar sana ada orang yang tergerak ketika membaca tulisan kita. Insya Allah..

 

#OneDayOnePost #KiatMenulis

Kiat Menulis Dr Aidh
Tagged on:         
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: