Tidak seperti biasanya, aku sudah dua hari tidak begitu menikmati secangkir kopi. Bukan apa-apa, cangkir kopi yang tersaji setiap pagi dan sore hari di atas meja kerja, terasa hambar seketika, tidak menguarkan bau khasnya, bahkan ketika di cicipi kok cuma pahit yang terasa, hiks..

Takarannya sama, 1 sendok makan kopi bubuk dan 1 sendok teh creamer untuk sajian satu cangkir. Tak lupa gula sedikit untuk menampilkan rasa manis sekadarnya. Saat menuangkan air panas mengepul ke dalam cangkir, bau kopi langsung memenuhi isi ruangan, Segar dan bikin aku semangat.

Sayangnya, dari kemarin dan hari ini, aku tidak mengalami hal sama ketika menyeduh kopi. Semilir harum itu tak terasa sama sekali. Bau harum itu tak mampir sedikit pun di indera penciumanku, hiks..

Hidung tak membaui, kenapa?
Indera penciuman menghilang

Bisa membaui itu nikmat yang sering lupa untuk disyukuri

Selama seminggu ini, aku sedang diuji oleh sakit. Dimulai dari Papa yang tumbang karena flu lalu berlanjut ke Mama. Pusing-pusing, demam, pilek karena keletihan mengurus pesanan. Lanjut suami dan diriku sendiri.

Tak lama, di tengah sakit itu, anak-anak malah ikutan tumbang pula. Alhamdulillah, hari ini kondisi berangsur pulih. Tetapi, indera penciuman belum membaik. Aku masih belum bisa merasakan bau apapun. Makanan yang tadinya enak, jadi terasa hambar. Nafsu makan berkurang, termasuk urusan ngopi. Paling berasa banget itu gak bisa mencium bau kopi. Padahal, setiap hari aku rutin konsumsi kopi. Jadi, gak bisa cium apapun rasanya gak enak banget. Selama sakit ini, aku baru sadar ternyata sering lupa bahwa membaui adalah nikmat yang Allah berikan.

Anosmia, Hilangnya Kemampuan Penciuman

Mengalami kesulitan mencium bau, aku penasaran apa penyebab dan bagaimana cara menyembuhkannya?

Saat mencium bau sesuatu, saraf penciuman bekerja untuk menerima dan memberikan sinyal ke otak, kemudian otak akan mengidentifikasi bau apakah itu. Kehilangan kemampuan penciuman disebut Anosmia. Anosmia terbagi dua, yaitu Anosmia parsial (sebagian) dan Anosmia Total.

Anosmia sementara biasanya terjadi karena flu, kualitas udara buruk, sinus dan penyakit yang menyerang hidung. Penyebab lain diantaranya penuaan, cedera pada hidung dan otak, pengaruh obat, kekurangan nutrisi, paparan bahan kimia, efek radioterapi, dan kondisi medis tertentu.

Untuk pengobatannya, anosmia bergantung pada penyebabnya. Jika penyebabnya tergolong ringan, Anosmia akan kembali pulih berangsur-angsur. Sementara, jika kondisi cukup serius dokter akan memberikan resep berupa semprotan hidung, antihistamin, dekongestan, atau antibiotik.

Selama Mengalami Anosmia

Penyebab Anosmia yang aku rasakan karena flu. Aku gak mencium apapun. Biasanya saat bangun tidur, aku selalu menciumi kepala, rambut, leher si bungsu Khalid. Tetapi berkali-kali menciumnya sekarang terasa hambar, kangen juga membaui bau khasnya Khalid. Masakan pun gak bisa mencoba rasanya. Nafsu makan jadi berkurang.

Positifnya terpaksa mengurangi makan, mudah-mudahan berat badan sedikit menurun, hehe..

Nikmati saja, dan bersabar

Ketika diuji sakit, manusia hanya bisa pasrah dan berusaha menerima dengan sabar. Memang, hidup terasa kurang nikmat saat sakit, sering pula akhirnya kita mengeluh dengan keadaan serba tidak enak ini. Padahal, di balik sakit yang Allah beri ada 5 Hikmah yang bisa diambil loh.

5 Hikmah di Balik Sakit, diantaranya :

  1. Sabar :  Tertuang dalam surah Az-Zumar , Ayat 10. “… Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
  2. Syukur : “Dua nikmat yang membuat manusia banyak terperdaya olehnya : Nikmat sehat dan waktu luang.” (H.R Bukhari no.6412)
  3. Introspeksi : “Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat yang sebelum kamu. Kemudian kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesensaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (Q.S Al-An’aam:42)
  4. Menghapus dosa : “Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.”(H.R Bukhari No.5661 dan Muslim no.651)
  5. Berdoa : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mukmin: 60).

Itulah sedikitnya hikmah yang bisa diambil ketika kita sedang sakit. Agar tidak banyak mengeluh, aku memilih menerima saja ujian ini. Semoga sakitnya tidak berlangsung lama dan Allah beri kembali kenikmatan seperti sebelumnya, aamiinn.

Terima kasih sudah membaca postingan ini ya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

#OneDayOnePost #Curhat #TentangSakit

Sumber :

  • https://www.alodokter.com/memahami-penyebab-dan-cara-tepat-mengatasi-anosmia
  • https://www.sunnahsehat.blogspot.co.id
Hidung Tak Membaui, Kenapa?
Tagged on:         
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: