Allah I am Nothing Without You
Sumber : Pexels.com oleh Murtaza Azal

Sejak tiga hari yang lalu hingga saat ini, tubuh tetap meminta haknya untuk beristirahat. Selama sakit, pikiran kemana-mana. Tugas menulis yang belum dikerjakan, suami dan anak-anak mulai ikutan tumbang. Jualan Ayam Bakar yang masih belum optimal, ditambah urusan domestik pasti terbengkalai.

Bingung, mau ngapain dulu? mau apa dulu? mau prioritaskan yang mana dulu. Semua seakan berantakan dan aku merasa lelah.

Malam harinya, aku yang paling jarang banget buka Fb, tiba-tiba ingin buka sosial media itu. Disana, aku mulai scrolling statusnya teman-teman. Aku jadi keingatan, belum follow teman-teman Odop di Fb. Akhirnya sedikitnya aku mulai tambah jaringan pertemanan disana. Lalu aku membaca sebuah status dari teman kuliahku.

Isi statusnya dia beri judul Allah, I am nothing without you. Dia menceritakan tentang pengalamannya yang mengalami writer’s block parah hingga naskah novel yang digarapnya mundur setahun. Beragam motivasi dia coba dan lakukan agar tetap produktif namun nihil. Mengikuti komunitas pun dia tetap terdepak, karena mood nya tidak datang setiap kali dia ingin menulis. Apa yang salah? dia pun tidak tahu.

Kebingungannya membawa dia pada sebuah perenungan. Dia mencoba kembali melihat tujuan awalnya menulis. Ternyata, tujuan awal dia menulis mungkin kurang tepat. Membuatnya kurang termotivasi kembali untuk berkarya.

Melalui proses perenungan itu, dia pun tersadar sesuatu,

Alhamdulillah saya bersyukur. Allah memberikan kembali saya kemudahan untuk bisa merasakan ‘rasa nikmat’ dalam menulis. Diberikan kelancaran dan feel yang sampai ke naskah itu salah satu rezeki yang luar biasa buat saya.
Saya tersadarkan bahwa sebetulnya saya tidak bisa apa-apa tanpa kemudahan dariNya. Tidak ada yang bisa dibanggakan ternyata, apalagi jika Allah mencabutnya.
Masya Allah, aku merasakan sesuatu ketika membaca tulisannya. Aku menjadi ikutan merenung kembali tentang apa tujuan menulis. Sebelum terlalu jauh melangkah, aku kembali melihat banyak hal dalam hidupku yang ternyata terjadi bukan atas keinginanku sendiri. Sekuat apapun aku berusaha.
Ketika Allah meridhai sesuatu, maka yang tak pernah terbayangkan dalam hidup justru terjadi. Sebaliknya, ketika Allah tidak mengizinkan, apapun keinginan kita ya takkan pernah terjadi.
Merancang hidup dengan beragam keinginan yang ingin diwujudkan tentu sangat baik. Kita menjadi optimis dan mau bekerja keras untuk mencapai sesuatu. Tetapi, untuk mengawali sebuah perbuatan perlu juga diiringi dengan sebuah niat menjadikan diri lebih dekat kepada Allah SWT
Tak lupa, setelah berusaha kembalikan hasil setiap urusan kepada Yang Maha Baik. Karena, Allah tahu apa hal terbaik untuk setiap umat-NYA. La Haulaa Wa laa Quwwata Illa Billah..
Allah I am nothing without you.
#OneDayOnePost #Renungan

 

Allah Iam Nothing Without You
Tagged on:         
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: