A BOOK IS A DREAM THAT YOU HOLD IN YOUR HAND

– Neil Gaiman

9 langkah awal buat anak betah membaca
Sumber : pexels

Anak zaman sekarang tidak terlepas dari youtube. Banyak youtuber cilik yang kontennya menarik meskipun tidak mendidik. Bagi anak-anak, menonton video di youtube lebih mengasyikkan dibanding harus membaca buku.

Sebagai orang tua, aku sedikit cemas dengan kebiasaan anak bermain gadget. Khawatir, anak jadi malas membaca dan menyebabkannya mengalami kesulitan saat sekolah.

Belajar tidak lepas dari kegiatan membaca. Jika anak tidak bisa membaca, mereka cenderung sulit belajar, sulit mengerjakan PR bahkan kurang semangat untuk berangkat ke sekolah.

Sebelum berefek negatif pada masa depannya nanti, Yuk kita coba 9 langkah awal dibawah ini yang bikin anak jadi suka banget membaca.

#1 Mulai dengan Buku Bergambar

Untuk mengawalinya, pilih beberapa jenis buku yang memiliki gambar, warna dan cerita yang menarik. Sebaiknya pilih buku dongeng terlebih dahulu.

Rangsang visualnya dengan menyajikan gambar atau karakter lucu yang pasti akan dia sukai. Biarkan dia memperhatikan setiap gambar pada tiap halamannya untuk memvisualisasikan cerita yang akan dibahas.

#2 Jelaskan secara visual

Masuk ke cerita, mulailah bercerita sambil menunjuk pada gambar-gambar yang terdapat dalam buku. Ambil posisi yang memungkinkan kita dan si anak mengeksplor buku itu. Lebih bagus lagi sambil memangku si anak atau berhadap-hadapan.

#3 Kemas dalam Bentuk Cerita

Ceritakan dengan intonasi yang perlahan dan ekspresif supaya kalimat-kalimat yang diucapkan masuk ke dalam daya khayal mereka. Selagi bercerita, tatap mata anak.

#4 Selingi dengan gerakan

Jangan sungkan dan malu untuk memberi gerakan pada bagian cerita yang memang memerlukan gerakan. Dijamin si anak akan antusias mendengarkan sampai akhir cerita

#5 Tirukan suara untuk tiap karakter

Jika jenis buku merupakan Fabel, tirukan suara binatang yang kita bisa. Sesuaikan suara dengan karakter tokoh-tokohnya.

#6 Berinteraksi – biarkan anak terlibat

Di sela-sela cerita, berhenti sejenak. Tanya pada anak apa yang akan terjadi pada kisah selanjutnya? Ajak anak terlibat dalam cerita. Biarkan anak belajar beropini atau menebak-nebak.

#7 Tutup cerita dengan menyisipkan pesan moral

Sampai di akhir cerita, sampaikan pesan moral dengan bahasa yang sederhana kepada anak. Bahasa yang sederhana akan memudahkan anak untuk menyerapnya.

#8 kasih clue untuk cerita selanjutnya

Beritahukan pada anak sekilas info dari cerita yang akan dibacakan besok. Buat dia penasaran dan tidak sabar dalam menantikan kisah selanjutnya.

#9 Beri kecupan pada anak

Kecupan yang hangat akan membawanya dalam perasaan nyaman. Kedekatan emosional antara orang tua dan anak sangat baik untuk perkembanganya. Dia akan tumbuh secara optimal dan ceria.

9 langkah buat anak betah membaca
Gambar : pexels

Kesembilan langkah di atas tidak hanya bisa diterapkan pada buku cerita saja ya, bisa juga kita terapkan langkah demi langkah pada buku pelajaran sekolah dan buku lainnya.

Dengan terlibatnya orang tua dalam proses membaca akan menumbuhkan minat dan rasa ingin tahu yang besar pada anak.

Hal itu berdampak secara langsung pada keinginannya untuk membaca buku-buku lainnya loh.

Ke depannya, si anak akan paham sendiri dengan kewajibannya untuk belajar. Karena mereka menemukan kenyamanan saat belajar dan tidak menjadikannya beban. Asyik kan?

Mulai sekarang yuk libatkan diri kita dalam bacaan anak..!

#OneDayOnePost #ODOP #Parenting

9 Langkah Awal Buat Anak Suka Membaca
Tagged on:             
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

2 thoughts on “9 Langkah Awal Buat Anak Suka Membaca

  • Avatar
    October 10, 2020 at 2:09 pm
    Permalink

    Betul sekali mbak.
    Tips di atas itu membuat kegiatan membaca jadi lebih menyenangkan.
    Anak jadi excited, cerita selanjutnya kaya apa ya, suaranya bagaimana, dan imajinasi mereka bisa kemana-mana.

    Selain itu menyenangkan karena jadi bonding antara orang tua dan anak, dibandingkan anak dibiarkan sendiri menonton YouTube tanpa pengawasan orang tua.

    Reply
    • Nurul Afiati
      October 10, 2020 at 2:55 pm
      Permalink

      Iya, ibunya pun jadi dituntut untuk kreatif ya poin positifnya hehe

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: