Hampir seminggu ini aku merasa ngeri melihat berita siswa yang bunuh diri atau dibunuh akibat belajar online. Miris banget rasanya. Belajar daring dibuat pemerintah awalnya sebagai opsi untuk mengganti aktivitas belajar anak di sekolah. Demi mengurangi penyebaran virus COVID agar tidak tertular pada anak sekolah, sistem belajar tatap muka pun terpaksa ditiadakan. Namun, keputusan untuk mengganti dengan sistem online ternyata memicu masalah lain. Yang paling terasa adalah kesehatan mental.

Apa iya kesehatan mental terganggu akibat belajar online?

Jawabannya bisa iya bisa tidak. Bergantung pada situasi rumah dan keluarganya.

Supaya belajar daring berjalan lancar, kita membutuhkan akses internet yang cukup, lingkungan rumah kondusif, keluarga atau orang tua yang mendukung. Jika dari ketiga poin itu gak terpenuhi, tentu aja kegiatan belajar daring akan terhambat.

Bayangkan jika kita sebagai siswa, terhambat dalam akses internet untuk belajar, sementara tugas harus diselesaikan sesuai deadline. Belum lagi orang tua marah-marah. Bukan main pusingnya bukan?

Tekanan belajar daring lebih besar dibandingkan tatap muka. Bukan hanya jumlah tugasnya banyak, tetapi orang tua pun seolah dituntut untuk mampu mengajarkan anak. Akhirnya, pertengkaran kecil antara orang tua dan anak pun sering tak terhindarkan.

Satu sisi, si emak gak sabar ajari anak. Sisi lain, anak pun jadi malas belajar dengan emaknya. Puncaknya, capek hati dan anak tetap tidak bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Itulah yang aku rasakan ketika pertama kali mengajarkan Shalu belajar online. Belajar membaca secara daring ada dua kerepotan. Diantaranya repot dokumentasikan, dan repot ngajarin anak yang mulai bosan. Kalau belajar sama emaknya, dia bisa leluasa menolak dengan berbagai macam alasan. Beda jika belajar dengan guru langsung, dia akan sungkan kalau menolak. 

Menanti mengikuti komunitas ODOP

 

Berdasarkan sekian kali percobaan, berikut 7 tips temani anak belajar daring anti stres yang bisa dicoba.

1. Siapkan mental anak dan juga ibu

Masa pandemi seperti ini, kita mesti menurunkan ekspektasi terhadap anak. Bukan sekadar mengejar prestasi atau nilai, tapi fokus pada pemahaman anak terhadap pelajaran. Kita memiliki kesibukan masing-masing, mendampingi anak belajar daring dibuat santai aja.

Oh iya, sebelum mulai belajar, coba ajak anak untuk olahraga kecil sedikit. Insya Allah, dia akan lebih siap untuk belajar.

2. Kuasai alat dan bahan belajar

Sebelum anak belajar, kita perlu melihat seperti apa pelajarannya. Untuk anak usia TK, keterampilan membaca dan menulis utama. Tugasnya pun lebih banyak mengasah motoriknya agar lebih luwes dalam menulis. Karena Shalu sukanya membuat keterampilan, jadi porsi lebih besar untuk tugasnya lebih kepada mewarnai, menggunting, menempel, merangkai, dan sejenisnya.

3. Cari metode belajar menarik di pinterest atau internet

Di internet, banyak sekali metode belajar menarik bisa kita ikuti. Belajar sambil bermain lebih efektif bagi mereka. Dijamin si anak akan ketagihan untuk belajar karena tidak ‘terasa belajar’.

4. Sabar berproses

Kesabaran kita saat menemani anak belajar daring sangat diuji. Greget ketika melihat anak malas belajar, greget saat dia tidak fokus padahal kita sudah jelaskan panjang lebar. Greget waktu anak menunda-nunda mengerjakan tugas sedangkan waktu pengumpulan sudah mepet. Pokoknya, kita mesti bersabaaaaaarrr, sabar dan sabar.

5. Yang penting kualitas bukan kuantitas

aku belajar bahwa ketika belajar daring, yang penting adalah kualitas dari proses belajar itu. Bukan jam belajar panjangnya. Anak-anak sulit untuk fokus belajar dengan durasi panjang. Jadi, beri mereka jeda istirahat jika memang mood –nya sudah menurun.

6. Buat suasana menyenangkan.

Tak perlu terlalu serius, ajak anak bercanda, tertawa, saat dia belajar. Buat suasana menyenangkan, sehingga dia betah melakukannya.

7. Jangan lupa camilannya ya!

Cendol. Hadiahkan segelas cendol dingin sebagai bentuk apresiasi atas kerja kerasnya belajar daring. Kenapa harus cendol? Selain menyegarkan, cendol bisa membuat mereka senang pastinya.

cendol menjadi salah satu camilan segar buat anak.

#ODOP #OneDayOnePost #ODOPBatch8 #TantanganPekan7

7 Tips Temani Anak Belajar Daring
Tagged on:             
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

5 thoughts on “7 Tips Temani Anak Belajar Daring

  • Avatar
    October 24, 2020 at 5:08 pm
    Permalink

    Hem suka bacanya….. ilmu parenting ketika punya anak nanti:) Tapi berharap semoga corona segera pergi…. Aamiin…..:)

    Reply
  • Avatar
    October 24, 2020 at 11:28 pm
    Permalink

    7 tips temani anak belajar daring anti stres yang bisa dicoba….sangat recomanded

    Reply
  • Avatar
    October 25, 2020 at 6:38 am
    Permalink

    yang penting cemilannya wkwkwk es cendolll. semangat stay waras emak-emakkk

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: