Inilah waktu terbaik untuk kita membuang kebiasaan buruk itu.

Menelan mentah informasi di media sosial, menerima semua ajakan teman, mengikuti keinginan orang lain, tidak merasa puas dengan hasil pekerjaan. Sederet aktivitas itu tampak biasa aja ya, untuk kita jalani. Tidak tampak menganggu atau mempengaruhi diri.. atau mungkin belum.

Rasanya semua itu udah jadi bagian hidup kita. Padahal, bisa memberikan efek negatif terhadap diri.

Nyatanya, kebiasaan kita meskipun kecil, tertanam dalam alam bawah sadar dan berpengaruh pada apa yang kita rasakan.

Dalam artikel ini, aku ingin berbagi tentang kebiasaan buruk itu dan bagaimana cara untuk menghentikannya. Jadi, tetaplah membaca sampai selesai, ya!

1. Bicara buruk tentang diri sendiri

Cara kita berbicara pada diri dapat meningkatkan atau mematikan harga diri. Apa aja ya?

Berbicara buruk tentang tubuh kita

“Aku gendut banget, sih! Duh jerawat bikin muka jelek!, Kok aku item sih? Gak pede nih, badan makin melar!”

Secara gak sadar, kita sering banget ngucap kata-kata yang justru merendahkan diri sendiri. Apalagi soal fisik, udah jadi hal biasa dari sejak kecil untuk dikomentari. Sayangnya, komentar negatif yang sering terlontar.

Semua jenis komentar negatif tentang tubuh atau apapun kepada diri sendiri, akan membunuh harga diri. Melemahkan diri dan dapat menimbulkan penyakit dan rasa depresi.

Terimalah tubuh kita apa adanya, percaya diri dan syukuri itu.

kenapa?

Karena itu adalah tubuh kamu, dan setiap bagian dari diri kamu itu unik.

Bentuk wajah kamu itu unik. Tidak ada satu pun orang mampu mencurinya. Bahkan di dunia ini, jenis muka kita tidak sama. Jadi, kita mesti bangga dan merasa memilikinya.

Terlalu Keras Terhadap Diri

Menyalahkan, mengkritik, mencela diri akan membuat kita merasa down. 

Siapa yang akan mendukung kita jika kita tidak mampu mendukung diri? Siapa orang yang akan percaya pada kita jika kita tidak memiliki kepercayaan diri?

Kebiasaan mengeluarkan kata-kata negatif akan membuat kita memiliki pemikiran negatif. Apa yang kita pikirkan itulah yang terjadi. Kita sebetulnya memiliki kuasa untuk mewujudkan hal negatif atau positif dalam hidup. Lalu, kenapa kita harus memilih hal negatif?

Ketika kamu mengatakan, tidak bisa melakukan itu. Maka, kamu menjadi tidak berani untuk melakukannya. Hasilnya, kamu tidak memberi peluang untuk diri menjadi sukses. Itu malah membuat kamu merasa terpuruk.

Lingkungan positif mendukung diri lebih berharga

Kita butuh lingkungan positif untuk membuat kepercayaan diri kita meningkat. Jadi, daripada terus membawa diri menjadi down, lebih baik membangun lingkungan positif yang mendukung.

Tips Berbicara pada Diri Sendiri dengan Kasih Sayang :

  • Bicara layaknya kepada teman dekat, tidak merendahkan diri tapi mendorong diri agar lebih termotivasi.
  • Gunakan kalimat positif
  • Hindari membicarakan hal negatif

2. Menunda-nunda

Kebetulan hari ini aku berhutang tiga artikel. Bayangkan, dalam waktu 3 jam aku harus melunasi hutang menulis yang tertunda dua hari kemarin. Sebetulnya, awalnya aku berhutang satu tulisan karena terlalu lelah untuk menulis, aku memilih tidur cepat. Namun, keesokan harinya terjadi hujan dan petir menyambar jaringan listrik dan wifi di rumahku. Tidak ada yang tahu, apa yang terjadi esok. Ternyata tidak ada waktu yang lebih baik untuk menulis, selain kita sengaja meluangkan untuk melakukannya.

Menunda bukannya membuat diri lebih baik, malah semakin terpuruk. Aku terbayang terus tugas dan hutang belum selesai, hiks..

Hari ini pun, inginnya sih tarik selimut dan tidur cepat bersama anak-anak. Tetapi, menunda lagi bukan pilihan yang baik, kan.

Ketika kamu menunda sesuatu, kamu akan merasa banyak pikiran.

Menunda malah menimbulkan hal buruk, aku merasa gagal, semua kerjaan gak bers-beres, menyalahkan diri dan insecure.

3. Perfeksionis

Ingin sempurna tanpa sadar jadi salah satu penghambat kesuksesan. Kita selalu merasa kurang pada apa yang kita kerjakan. Memasang ekspektasi terlalu tinggi terhadap diri malah mendorong pada kegagalan.

Seperti yang udah aku ceritakan di atas tentang hutang menulis tiga artikel dalam satu hari. Awalnya, aku mencoba untuk membuat artikel sempurna, baru satu baris edit, satu kalimat edit, satu paragraf edit. Akhirnya berjam-jam waktu yang digunakan malah tidak menghasilkan satu pun artikel.

Percaya pada diri. Jika kita udah berusaha dengan total, percaya saja pada hasilnya. Itu sebuah pencapaian. kamu itu hebat!

self love
Mencintai diri itu penting

4. Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial selalu menampakkan ‘kesempurnaan’ akan kehidupan orang lain. Kita tanpa sadar terbius dengan ‘kebahagiaan’ yang mereka tampilkan. Perlahan, kita mulai membandingkan diri. Seolah kehidupan mereka ‘amazing’ sementara kita?

Stop lakukan itu!

Pada kenyataanya, belum tentu mereka merasakan kebahagiaan seperti yang kita rasakan. Ada banyak hal indah di dunia ini yang tidak terekspos. Apa yang membuat mereka bahagia, belum tentu membuat kita bahagia. Begitu pun sebaliknya. Kita masing-masing berbeda. Kita punya latar belakang, pengalaman dan kehidupan berbeda. Itulah perjalanan hidup. Bukan berarti hidup orang lain lebih baik ya.

Mari kita jalani dan nikmati peran kita sendiri!

5. Selalu katakan “YA”

Mengatakan “ya” kepada semua dan membiarkan orang lain mengatur waktu kita sama dengan membunuh harga diri. Ada saatnya mengatakan ‘tidak’ jika memang kita tidak benar-benar ingin.

“Kamu tidak bisa menerima semua pilihan, jangan buat diri melakukan hal yang tidak sesuai hati.”

Coba pikirkan, apa yang membuat kamu selalu bilang “ya”? Merasa tidak enak pada orang lain tidak akan membuat kita merasa baik, malah semakin merasa capek hati. Nikmati hidup dengan pilihan kita sendiri.

“Jika kamu biarkan orang lain mengambil keputusan, secara tidak langsung kamu mengizinkan mereka membuat keputusan akan arah hidupmu.”

Mulai sekarang, berani katakan tidak. Ingat, kita gak pernah bisa untuk selalu menyenagkan orang lain.

6. Menempatkan Kepentingan Orang Lain Sebelum Kepentingan Diri

Poin ini erat kaitannya dengan poin sebelumnya.

Menjadi diri yang unik adalah mungkin ketika kita menempatkan kepentingan diri di awal sebelum kepentingan orang lain.

Dulu, ketika sekolah. Pelajaran kewarganegaraan mengajarkan kita untuk mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan pribadi. Tetapi, nyatanya keputusan itu tidak mutlak. Kita tidak harus selalu mendahulukan kepentingan orang lain. Apalagi, jika itu menyangkut hidup yang akan kita jalani.

7. Tempatkan Pengalaman Negatif hanya Di Masa Lalu

Menyimpan kejadian negatif masa lalu hanya akan merusak keberhargaan diri. Ketika kita fokus pada hal salah yang telah terjadi, kita akan terus mengingat pada kegagalan yang telah dilakukan.

Bagaimana caranya merasa baik sementara kita terus mengingat kesalahan lampau?

Hidup dengan bayang-bayang penyesalan membuat kita semakin terpuruk. Bukan malah lebih baik.

Live here and now

Nimati momen sekarang, saat ini. Fokus aja ada keadaan dan lingkungan kini. Fokus pada orang-orang dan waktu yang kita habiskan, fokus pula pada pekerjaan saat ini.

Hal sederhana itu justru yang membuat kita bahagia.

Setelah mengetahui ketujuh kebiasaan buruk itu, maukah kamu menghentikannya saat ini?

Percaya deh, demi kesehatan mental dan kebahagiaan kita. Ketujuh hal di atas mesti banget kita ubah. Insya Allah, itu berguna untuk masa depan kita yang lebih baik.

#OneDayOnePost #SelfDevelopment

 

7 Kebiasaan Buruk yang Melemahkan Diri, Stop Lakukan ini!
Tagged on:     
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: