Sering merasa bersalah tiap habis marahin anak? 
Sering merasa menyesal gak bisa jadi orang tua yang baik buat mereka?

You are not the only one. 

Perasaan seperti itu dialami oleh semua orang tua di dunia ini termasuk aku.

Ngasuh anak dengan baik tidak bisa didapat dengan instan di hari pertama kita menjadi orang tua. Di sekolah, kita tidak pernah diajarkan ilmu ini. Hanya dengan belajar kepada yang ahli, mengalami langsung dan proses panjang yang pada akhirnya membuat kita tumbuh menjadi orang tua yang baik. Insya allah…

Jadi, ambil langkah pertama untuk menjadi orang tua terbaik dengan 10 cara efektif ini yuk!

Apa aja ya?

#1 Jadi Pendengar yang Baik

Menjadi Pendengar yang baik bagi anak sangatlah penting. Untuk itu, kita perlu mendengarkan mereka. Banyak orang tua hanya fokus pada hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan anak-anak tanpa memberi ruang untuk menjelaskan ketakutan, kegelisahan dan keraguan yang mereka alami.

Foto: Pexels.com/cottonbro

Bangun Komunikasi dua arah dan pastikan fokus kita tidak terbagi saat anak-anak sedang menceritakan apa yang mereka alami.

Cara ini efektif untuk awal komunikasi yang lancar antara orang tua dan anak.

#2 Tunjukan Rasa Cinta 

Setiap orang tua sudah pasti sangat menyayangi anak-anaknya. Tapi sangat penting juga menunjukan rasa sayang kita pada anak. Anak memiliki perasaan yang sensitif.

Pelukan yang didapat setiap hari dan ucapan tulus rasa sayang kita dapat membuat anak ceria dan merasa dicintai. Di waktu yang sama, anak akan merasa nyaman, aman dan bahagia.

#3 Habiskan Waktu Berkualitas dengan Anak

Waktu adalah uang. Tapi sebenarnya waktu gak bisa dihargai dengan uang. Waktu lebih penting dari uang


Membuat waktu yang berkualitas memiliki efek positif bagi emosionalnya.

foto : pixabay

Waktu berkualitas disini adalah membangun interaksi antara orang tua dan anak dengan cara bermain games, bercerita, bercanda dan masih banyak lagi.

Sesering mungkin membuat quality time  dengan mereka akan membentuk ikatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua.kita pun akan semakin mengenal karakter mereka dengan baik.

#4 Jadi Orang Tua Asyik, Adil dan Ramah

Mendisiplinkan anak memang penting. Tapi hal itu jangan membuat kita menjadi orang tua yang keras dan kaku. Buatlah peraturan untuk melatih kedisiplinan mereka di rumah. Peraturannya harus jelas dan adil. Hukuman hanya diterapkan saat anak melanggar saja. Sebaiknya hukuman pun tidak kasar.

Dalam berkomunikasi pada anak pun sebaiknya tetap ramah, tidak dengan nada mengancam dan tidak menyiksa anak. 
Biarkan anak-anak kita menghormati, bukan membuat mereka takut.

#5 Asyik, Bukan Berarti Melewati Batasan yang Sudah Dibuat

Jangan membuat peraturan untuk mereka langgar. Perlu untuk membangun batasan dan berlaku tegas. Tidak ada yang dapat merngubah peraturan demi kenyamanan mereka. Jika kita tegas mengikuti peraturan yang dibuat, hal itu menunjukan pada anak bahwa peraturan itu harus dipatuhi.

#6 Jadi Teladan yang Baik

Orang tua adalah contoh pertama yang mereka tahu. Mereka akan meniru setiap hal yang kita ucapkan dan lakukan. 
Maka dari itu, jadilah contoh yang baik di bidang apapun untuk mereka. Walaupun kita tidak dapat selalu baik di semua hal tetapi kita bisa mempelajarinya untuk mereka.

#7 Tunjukan Apresiasi Bukan malah Fokus Memberi Hukuman

Positive parenting sangat penting. Seringkali kita mengatakan pada anak hal-hal yang dilarang untuk mereka lakukan. Mulai saat ini cobalah mengatakan pada mereka hal-hal apa saja yang boleh mereka lakukan dan eksplor. Berikan juga apresiasi dari hal baik yang telah dilakukannya. Boleh gunakan reward, supaya anak termotivasi melakukan lagi hal baik itu.

Apresiasi anak menunjukkan kalau kita peduli pada usahanya.

#8 Selalu Terbuka dengan Hal Baru, Mau Belajar

Banyak hal tentang Parenting  yang tidak kita tahu. Mendidik dan Ngasuh anak zaman sekarang jangan disamakan dengan mendidik di zaman kita kecil dulu. 

Ada banyak tips, info, dan  cara-cara yang bisa kita temukan melalui buku atau internet. 

Jadi terbukalah dengan informasi-informasi baru. Selalu ada ruang untuk memperbaiki kesalahan kita pada anak, maka.. jangan berhenti belajar.

#9 Empati, Lihat dari sudut pandang anak

Sebelum menghakimi tingkah laku anak kita, penting sekali untuk memahami apa yang mereka pikirkan. Ingatlah saat kita masih kecil, selalu berikan kesempatan untuk mereka menjelaskan apa yang sedang mereka alami dan lakukan.
Sangat mudah untuk menghakimi dan menyalahkan perbuatan mereka, tapi akan lebih bijak jika kita bisa memaafkan dan memahami setiap tingkah lakunya.

Foto : Pexels.com/Dariaobymaha

#10 Sabar pada diri sendiri dan pada Anak

Ingatlah.. tidak ada yang instan di dunia ini. Semua hal akan melalui proses. Jangan berharap anak berubah dengan cepat, atau berharap kita bisa menjadi orang tua yang baik dengan mudah. Jadi tetap belajar dan bersabarlah.

Semoga sepuluh cara di atas bisa menjadi penambah informasi bagi kita, sebagai orang tua.

Suatu hari nanti saat anak kita tumbuh besar dan sukses. Kita akan bangga karena telah menjadi bagian dari kebahagiaan dan kesuksesannya. Aaamiin..

#OneDayOnePost #Parenting

10 Cara Efektif Bagi Orang Tua untuk Kembangkan Parenting skills
Tagged on:                     
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

18 thoughts on “10 Cara Efektif Bagi Orang Tua untuk Kembangkan Parenting skills

  • Avatar
    October 5, 2020 at 12:22 pm
    Permalink

    Tulisannya bagus dna mendapatkan wawasan tambah … keren

    Reply
  • Avatar
    October 5, 2020 at 2:41 pm
    Permalink

    Menjadi orang tua adalah proses pembelajaran tanpa henti.. Tips nya banyak ❤

    Reply
  • Avatar
    October 5, 2020 at 2:45 pm
    Permalink

    Waktu bersama anak memang priceless. Nyesel banget kalo tau2 udah gede trus ninggalin rumah tapi kita ngga ada bonding

    Reply
    • Nurul Afiati
      October 5, 2020 at 2:49 pm
      Permalink

      Iya kerasanya nanti pas mereka gede, jadi sekarang mumpung masih pada kecil sempetin bonding sama mereka

      Reply
  • Avatar
    October 5, 2020 at 4:18 pm
    Permalink

    Nomor satu itu penting banget sih. Kadang orang tua itu sukanya menghakimi, nggak benar-benar mau mendengar. Jadinya anaknya tertutup, takut atau nggak leluasa cerita ke orang tua.
    Ilmunya bermanfaat banget, Kak 🙂

    Reply
  • Avatar
    October 5, 2020 at 7:09 pm
    Permalink

    MaasyaAllah sedang suka mengetahui ilmu parenting. Bekal yany bermanfaat…. dari tulisan Kak Nurulafiati…..
    Luar biasa

    Reply
  • Avatar
    October 5, 2020 at 8:49 pm
    Permalink

    Makasih infonya, sangat bermanfaat buat new parents seperti saya

    Reply
  • Avatar
    October 5, 2020 at 11:47 pm
    Permalink

    tak ada kata berhenti untuk belajar bagi semua orang tua, artikel menarik Kak

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: