Cerpen Mini 'Wanita Penunggu Bangku Taman'
Sebuah Cerpen Mini

Pagi ini tak terasa berbeda, kau masih saja teronggok di atas kasur tak pedulikan sinar mentari yang membangunkan.  Wajahmu tak menampakan kesegaran. Kerutan di dahi tampak segaris meski samar. Sejak tujuh malam, kau terus memikirkan dia yang tak jua datang. Setiap hari, setiap malam, setiap pintu diketuk oleh seseorang yang mungkin dia. Nyatanya, dia tak ada, tak pernah datang. Melupakan janjinya, melupakan kewajiban.

Apalah kau yang hanya menjadi selir baginya. Dia akan pulang jika nafsunya tidak terpuaskan. Jika dari yang pertama, dia tak dapat apa yang dia inginkan. Kau sudah sadar posisimu sedari awal. Lalu, mengapa kau gusar?

Kau luapkan sesak hati dengan merasakan angin lembut yang dikirim semesta. Kau masih berharap angin itu sebagai luapan rindu darinya. Harus berapa kali kukatakan, dia tak sekalipun ingat padamu. Namun, kau memilih mengabaikanku. Lalu, menghindar dengan duduk di bangku taman berjam-jam, hingga matahari hampir menyelesaikan tugasnya.

Lelah belum juga membuat kau sadar. Dirimu tak berada di tempat kau menapak, pikiranmu berada jauh entah dimana. Tak kau perhatikan, seorang pria tua yang mengenalmu dalam diam. Memahami tingkah lakumu setiap hari. Memberikan sebagian makanannya bahkan melindungi saat tetes hujan membasahi rambutmu.

Tetap, kau tak memberinya sedikit senyuman. Murung, diam. Barangkali, dia malah tak pernah melihat bibirmu menyungging. Pria tua itu tak tahu kau memiliki lesung pipi indah di sebelah kanan. Kau pun  mengabaikannya sama seperti kau mengabaikanku.

Dua pekan berlalu, kini aku dan pria tua itu duduk di sebuah bangku taman, tempat biasa kau menanti dia yang tak kunjung datang. Kami bercerita, mengenangmu dalam ingatan. Ragamu sudah menyatu dengan tanah merah. Namun jiwamu tetap menjejak di bangku ini. Seandainya kau tahu, dia yang kau tunggu-tunggu datang. Saat ini, detik ini, memandang salah satu bangku kosong di taman. Lalu berjalan dan duduk di sana hingga matahari menyelesaikan tugasnya.

#OneDayOnePost #Cerpenmini

Wanita Penunggu Bangku Taman, Sebuah Cerpen Mini
Tagged on:                     
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

20 thoughts on “Wanita Penunggu Bangku Taman, Sebuah Cerpen Mini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: