Setiap hari, kita disibukkan oleh berbagai kegiatan yang harus diselesaikan. Sebagai ibu rumah tangga, aku pun mengalami demikian. Mengasuh, urus kegiatan domestik, bantu anak belajar, dan tugas utama tambahan yaitu menulis.

Untuk melakukan itu semua, perlu energi besar agar semua tugas selesai. Suatu hari, gak seperti biasanya, aku merasa luar bisa letih, lemas, tidak bergairah buat mengerjakan satu pun tugas itu. Termasuk menulis.

Kenapa Tidak Ada Motivasi?

Ada suatu waktu, kita merasa letih luar biasa dan hanya ingin rebahan saja. Itu wajar. Sebagai manusia, kita butuh beristirahat dari segala aktivitas yang tentu saja membuat jenuh. Apalagi jika tubuh sudah memberi sinyal untuk istirahat. Maka, cara terbaik adalah ya istirahat.

Ibaratnya, tubuh adalah kendaraan yang kita pakai untuk melakukan berbagai aktivitas. Kesehatan tubuh menjadi nomor satu untuk diperhatikan. Aku pun sering lupa dengan kesehatan tubuh. Terutama berolahraga, karena mencuci baju dan ngurus anak menurutku sudah termasuk olahraga. Iya gak sih?hehe

Yang perlu dilakukan ketika malas melanda, bisa dengan cara melihat kembali faktor yang membuat diri tidak termotivasi.

Sebab pertama, kehabisan energi

Sejak pagi, aktivitas harianku sudah sangat padat. Sayangnya bukan untuk shooting atau pemotretan haha.. Tetapi, sibuk dengan kegiatan domestik dan ngurus anak-anak. Biasanya setelah salat subuh, aku lakukan rutinitas minum kopi, menulis sedikit atau persiapan anak sekolah. Seriusan deh, sekolah online gak membuat aku jadi santai. Justru pagi-pagi banget semua hal harus udah beres. Kebayang ya, energi besar dikeluarkan di pagi hari.

Jika sudah lemas dan habis energi. Maka aku lakukan ini saja :

Membereskan waktu

Melihat deretan tugas dan alokasi waktu yang digunakan. Baiknya pakai skala prioritas. Buat aku anak-anak utama. Maka, tiap urusanku dikerjakan setelah urusan anak-anak sudah beres atau sebelum urusan anak dimulai.

Izinkan diri untuk punya waktu santai

Jangan terlalu keras untuk diri sendiri. Beri ruang untuk jeda, nikmati me time. Nonton acara tv, film atau drakor. Lumayan untuk recharge energy. Bahagia itu penting banget!

Komitmen untuk cukup tidur

Kurang tidur bisa jadi pemicu. Badan terasa melayang, mengerjakan apapun gak konsentrasi. Ketika kurang tidur, aku pastikan ikutan tidur siang saat anak-anak juga tidur. Mata gak bisa diajak kompromi, tidur ajalah..

Tetap bergerak dengan kerjakan kerjaan lain

Jenuh bisa jadi alasan kenapa kita gak semangat lagi. Dalam satu hari, coba lakukan kerjaan yang berbeda. Misalkan pagi hari jalan-jalan keluar rumah. Silaturahmi ke rumah saudara atau teman, masak menu spesial atau pergi piknik.

Pokoknya kegiatan yang biasanya jarang banget untuk dilakukan, saat jenuh lakukan itu. Semoga bisa lebih fresh ya!

Sebab kedua, evaluasi pekerjaan

Evaluasi pekerjaan harian bertujuan agar kita paham betul mana pekerjaan yang menghabiskan waktu paling banyak mana yang tidak. Kadang, kita gak mampu untuk mengalokasikan waktu dengan baik. Lalu, kita kehabisan energi di tengah jalan saat tugas lain belum selesai.

Lakukan kerjaan yang terasa paling berat di awal

Eat the frogs first thing in the morning. Saat sudah tahu pekerjaan mana yang paling berat, maka taruh pekerjaan itu di urutan pertama untuk dilakukan. Karena kita butuh energi besar untuk melakukannya, ketika tugas itu sudah selesai, selain lebih lega dan tenang. Kita tak akan kehabisan energi.

Pakai timer

Sudah tahu kan alokasi waktu dari setiap pekerjaan? Nah, saatnya menggunakan bantuan timer. Ini berguna supaya kita bisa fokus dan menggunakan waktu dengan efektif

Kasih reward diri sendiri

reward for myself

Jujur, aku sering lupa melakukan ini. Aku merasa tidak perlu melakukan ini. Aku tidak pernah memberi reward pada diri sendiri. Namun, apa yang terjadi setelah itu? Penghargaan terhadap diri kurang dan malah membuat aku mengalami kelelahan batin. Gak tahu ya, malah merasa semakin turun untuk melakukan pencapaian terhadap sesuatu. Pelajarannya, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Kalau bukan diri sendiri yang menghargai jerih payah selama ini, siapa lagi? Cintai dirimu itu penting!

Jangan dekat-dekat sama hp

literasi digital

Sadar atau tidak, scrolling media sosial itu racun paling besar. Bukan hanya kesehatan mental yang terancam, tetapi juga produktivitas. Sesekali ya gak apa, tapi kadang kita gak sadar udah berdiam berapa menit di depan ponsel, Haduuh..

Itulah kenapa aku pilih menulis dengan laptop. Karena kalau menulis dengan hp. Notifikasi pesan itu sangat menganggu konsentrasi. Belum lagi media sosial, rasanya habis waktu gak jelas. Jangankan menulis 500 kata. 300 kata aja aku gak sanggup, hiks..

Cek lagi alasan kenapa harus produktif

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika sedang down yaitu menemukan kembali alasan kenapa kita harus produktif. Apa alasan terkuat untuk produktif? Siapa yang paling berdampak ketika kita gak bisa produktif?

Buatku, alasan pertama untuk produktif adalah keluarga. Jika aku tidak mampu produktif hari ini otomatis anak-anak terlantar. Bahkan, mengerjakan pekerjaan rumah pun berdampak pada anak-anak loh.

Jadi, bagaimana dengan pembaca semua? Masih tidak termotivasi setelah membaca postingan ini? Coba cara-cara di atas yuk buat identifikasi faktor penyebabnya. Atau jika ada saran boleh ceritakan aja ya di kolom komentar.

NB: Tulisan ini dibuat dalam keadaan sedang tidak termotivasi. Maaf jika ada kekurangan.

#Onedayonepost #Personalstory

 

Sedang Tidak Termotivasi, Lakukan Ini
Tagged on:     
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: