Awalnya, aku iseng-iseng mencari komunitas menulis yang benar-benar mendorong anggotanya untuk berkembang. Pengalaman mengikuti kelas kepenulisan, yang berbayar ataupun gratis. Aku merasa, ingin terus belajar dan belajar untuk lebih baik lagi. Tiba-tiba tanganku yang sedang asyik scrolling instagram, melihat sebuah tag dari salah seorang teman penulis.

One Day One Post. Dalam hati, aku penasaran dan langsung melihat bio komunitas ODOP di instagram. Dari feednya aku malah semakin penasaran untuk ikutan. Kala itu aku tertarik dengan program OTM (Odop tembus media), karena bersamaan dengan ambisi untuk tembus ke koran-koran nasional. Selain itu, aku merasa tertantang untuk membuat postingan setiap hari. Kreativitas biasanya muncul jika dipaksa dan dalam keadaan terdesak, ya gak sih?

Sayang, Open registration waktu itu baru selesai dua hari sebelumnya. aku telat dapat info, hiks..

Ya, mungkin belum rezekinya sih ikutan belajar di komunitas ODOP waktu itu. Alternatif lainnya, aku coba ikutan kelas menulis di tempat lain.

Menjelang akhir tahun 2020, akhirnya aku bisa ikutan ODOP, horee..

tantangan menulis
Menulis lebih menantang dengan deadline

Mau banget ikutan ODOP, kenapa?

Seperti yang pernah aku ulas tentang 7 Alasan produktif ibu, bergabung dengan komunitas ODOP adalah agar aku lebih produktif menulis. Nyatanya, sebuah tekad akan menjadi lebih kuat saat kita bergaul dengan orang-orang sevisi dan lingkungan mendukung. Aku pernah merasakan beratnya konsisten menulis di lingkungan dan orang-orang yang tidak mendukung. Berjuang sendirian itu, melelahkan. Serius, loh!

ODOP akan menjadi salah satu tim support untuk aku terus menulis dan berkarya, Insya Allah.

Selain itu, kita bisa belajar banyak dari pengalaman menulis orang lain. Di dalam komunitas ODOP,  banyak orang hebat dan senior-senior yang mendorong kita agar tidak menyerah. Cara mengatasi berbagai kendala pun bisa kita cari solusinya disana. Seru banget ya..

Tujuan mengikuti ODOP

Sebelum berjuang untuk menulis setiap hari, mari kita bayangkan apa hasil yang ingin di dapat jika lulus ODOP nanti.

  • Terbiasa menulis dan lebih mudah saat menuangkan ide
  • kreatif membuat konten yang menarik
  • memiliki teman sevisi lebih banyak
  • trafik pengunjung blog meningkat
  • produktif menerbitkan karya, bisa artikel, buku, ebook, cerpen, dan masih banyak lagi
  • keterampilan menulis semakin baik

Itulah sedikitnya, hal yang akan aku dapatkan ketika lulus ODOP nanti, doakan ya semoga aku berhasil mengikuti kelas dengan baik selama dua bulan ke depan.

Bagaimana cara lulus ODOP?

Selama 5 hari mengikuti ODOP, jujur aku mulai kewalahan dalam manajemen waktu. Jika menulis 1 postingan saja aku butuh waktu dua jam paling lama. Karena, aku butuh waktu riset dulu, cari sumber yang banyak baru menulis dan terakhir editing.

Proses editing yang lama karena aku termasuk orang yang selalu merasa ada yang kurang dari tulisan.

Waktu dua jam itu terlihat singkat, dibanding 24 jam yang aku punya. Tetapi coba bayangkan dengan keadaan yang memiliki satu anak TK dan satu balita. Belum lagi urus-urus usaha kuliner dan baju anak. Kalau kata orang sunda mah, pabaliut pisan haha..

Alhamdulillah, walaupun belum nemu cara tepat mengelola waktu tapi sudah mulai ada gambaran supaya tetap bisa posting.

Strategi menulis produktif

Waktu menulis

Jika menganalisis kesanggupan menulis, pada hari pertama aku coba menulis di pagi hari. Walaupun kegiatan dikerjakan dengan multitasking, sambil mengasuh, menyuapi, dan mengerjakan kegiatan domestik lainnya. Menulis dimulai pukul 07.00, lalu benar-benar selesai pukul 14.00. Ruaaarr biasaahh ya..

Hari kedua, aku coba lakukan kegiatan menulis malam hari. Dimulai pukul 21.00 saat anak-anak sudah tidur. Lalu dua jam kemudian, artikel tuntas. Tetapi, aku baru bisa tidur pukul 01 dini hari, hiks.

Besok pagi, aku sudah harus bangun dan mengerjakan kerjaan lainnya. Belum lagi tugas menulis, harus cari ide baru. Aku malah merasa seperti dikejar-kejar.

Setelah aku pikirkan sepertinya lebih baik jika aku menulis pada pagi hari saja. Meskipun terganggu kegiatan lainnya. Setidaknya aku masih memiliki waktu untuk istirahat. Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Harapan mengikuti ODOP

Ibarat kendaraan, ODOP menjadi pilihan kendaraan untuk aku produktif dalam menulis. Harapan saat ini adalah lulus ODOP dan menemukan gaya menulis yang sesuai dengan kepribadian.

Ini harapanku, mana harapanmu? ceritakan di kolom komentar ya

 

#OneDayOnePost #ODOP #ODOPChallenge1

 

 

 

 

 

Setelah Menanti Sejak 6 Bulan Lalu, Akhirnya Aku Bisa Ikutan ODOP
Tagged on:         
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

31 thoughts on “Setelah Menanti Sejak 6 Bulan Lalu, Akhirnya Aku Bisa Ikutan ODOP

  • Avatar
    September 12, 2020 at 4:42 am
    Permalink

    Tulisannya terstruktur dan mudah dipahami. Gak banyak pertanyaan dan selingan, namun sekalinya ada penempatannya tepat.
    Kalo ditanya harapan, paling pertama kita lulus bareng dulu deh… hehe

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 8:35 am
    Permalink

    Aamin…
    Harapaun semoga konsisten menulis dan tulisannya tidak acak-acakan. Hehehe

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 8:35 am
    Permalink

    Ih bagus ih, kagum banget sama ibu² yang udah punya anak tapi tetap melakukan hal produktif

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 9:15 am
    Permalink

    Sama kak, saya juga lama menanti oprec odop ini. Semoga bisa sama2 lulus. Blognya ciamik, clean banget 🙂

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 9:28 am
    Permalink

    Semangat, Kak..
    Btw ada salah pengetikan di atas, Kak..
    kata ‘disana’ seharusnya ditulis ‘di sana’ karena ‘di’ di sana berfungsi sebagai kata depan, bukan imbuhan..
    dan kata ‘di dapat’ seharusnya ‘didapat’ karena ‘di’ di sana berfungsi sebagai imbuhan..
    Btw, blognya keren, Kak..
    Semangat..
    semoga lulus..

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 11:41 am
    Permalink

    Kalau harapanku semoga tetap bisa konsisten Menulis dan tetap semangat sampai akhir challenge nanti… Semangat kaaakk…

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 12:35 pm
    Permalink

    Wah mantap sekali tulisannya
    Salut sama ibu-ibu yang meskipun sibuk tetap bisa meluangkan waktu buat nulis
    Semangat kak! 😀

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 12:42 pm
    Permalink

    Semoga menjadi kendaraan kita bersama sama menuju surga nanti ya kak

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 3:28 pm
    Permalink

    Semangat kak, salut sudah emak-emak masih sempat ngeblog. Di balik emak yang keren pasti ada suami yang keren. Semoga lulus mak

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 5:27 pm
    Permalink

    Kerennya tulisan ibu yang punya satu anak TK dan balita ini… Flow syekali … Harapanku ingin lulus Ofop dan menjadi member Odop dengan mengikuti program2 ketennya, juga ingin menemukan gaya menulisku, terakhir supaya tulisanku tembus media. Amiinnn🤲🤲🤲

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 6:02 pm
    Permalink

    hallo teh,
    ternyata bukan saya saja yang merasakan riweuh pisan dan kurang tidur.
    Betul sekali, untuk menulis artikel dengan durasi baca hanya 3 menit kadang kurang.
    Kita harus menyisihkan waktu berjam-jam untuk menulis dan terutama melakukan research.

    Saya juga masih banyak buku pendingan yang jadinya belum selesai. huhu

    Mungkin karena kita baru di minggu pertama ya, jadinya kita belum beradaptasi.

    Harapan saya, semoga bisa meningkatkan kualitas diri dengan ODOP juga bisa lulus yang jadi tujuan akhir kita bersama.
    Harapan saya waktu dekat ini, bisa menyesuaikan dengan jadwal saya kembali huhu.

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 12, 2020 at 8:17 pm
      Permalink

      Iya pasti riweuh ya, gak ikutan odop aja udah pabaliut apalagi nambah satu task baru. Tapi mungkin karena belum biasa ya, kalau udah biasa nanti jadi berasa ada yang kurang kalau gak nulis sehari. Semoga ini jadi good habit untuk kita ya 🤲

      Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 6:21 pm
    Permalink

    Saya juga senang, akhirnya saya bisa ikut ODOP :)))

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 6:43 pm
    Permalink

    Semangat bun semoga bisa konsistensi sampai akhir aamiin. Sama ini bun, saya juga masih kesulitan ngatur waktu. Tapi memang lebih efektif menulis pagi hari msh bnyk waktu untuk perbaiki sblm dipost. Terima ksh sudah berbgai

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 12, 2020 at 8:18 pm
      Permalink

      Ya.. pagi masih semangat nulisnya dan masih segar dibanding mepet malam hari. Hehe

      Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 10:07 pm
    Permalink

    Semangat mba! Aku juga refresh banget sih ini sejak ikutan ODOP, jadi blog aku rasanya jadi lebih segar. Kalo aku triknya sih pakai deposit tulisan buat besok posting dan udah siapin draft semacam konten planner

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 14, 2020 at 6:21 am
      Permalink

      Aku juga udah buat tapi setiap mau nulis tiba-tiba ide lain melintas dan tampak lebih menarik 🤔

      Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 10:16 pm
    Permalink

    Harapan dan strategi sederhana banget tetapi mudah dilakukan … semoga lulus bareng semua …

    Reply
  • Avatar
    September 12, 2020 at 11:56 pm
    Permalink

    semangat kak, semoga kita semua bias konsisten nulis di odop ini yaa

    Reply
  • Avatar
    September 13, 2020 at 7:20 pm
    Permalink

    Tulisannya enak banget dibaca. Ringan tapi berbobot. Salut sama mba, udah ada anak tapi tetap berusaha untuk produktif. Dan tips-tipsnya juga ajib lo. Ijin untuk adopsi tips-tipsnya ya mba, hehe ..

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 14, 2020 at 6:20 am
      Permalink

      Meskipun raga udah emak2,mungkin jiwaku ini masih abg, ga mau diem 😁.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: