Jodoh di tangan Tuhan, bahkan yang sudah menikah pun belum tentu jodoh. Benarkah demikian?

Semua yang diinginkan wanita, memiliki suami yang penuh kasih sayang, pengertian dan selalu membahagiakan istrinya sudah Kania rasakan. Namun, ternyata kebahagiaan mereka membuat tetangganya pusing. Sebab, batin para tetangga memanas memandang senyuman suami istri yang selalu harmonis setiap saat.

“Bu,kemarin saya lihat itu Pak Edo di Mall X. Saya kira sama situ, tapi ternyata bukan,”ucap Bu Dani, tetangga sebelah rumah Kania.

“Oh, iya Bu. Itu sama Adek Ipar saya, Tanti. Mau service laptop katanya.” jawab Kania santai. Bibir ibu Dani melengkung ke bawah, tampak kecewa dengan jawaban Kania.

Menjelang sore hari, saat Kania dan Edo makan malam, suara barang dibanting jelas terdengar dari tembok sebelah rumah. Sudah biasa, suara manusia berteriak dan lemparan barang-barang itu menghiasi telinga mereka berdua. Belum lagi tangisan anak kecil menyusul beberapa menit kemudian.

Menurut penuturan Bu Dani, suaminya kerap kali marah untuk hal sepele. Bahkan tak sungkan, melempar barang-barang di rumah. Entah, berapa kali Bu Dani menservis barang-barangnya yang rusak.

Keesokan hari, acara arisan diadakan di rumah Kania, semua ibu-ibu komplek berada disana. Suara sumbang selalu terdengar di telinga Kania, namun seperti biasa dia tak hiraukan.

“Bu, enak ya gak ada anak-anak. Pantesan rumahnya rapi terus. Kalau di rumah aku sih udah kayak kapal pecah.” ucap Bu Ratna, tetangga depan rumah. Entah pujian atau nyinyiran tentu saja jika jiwa Kania tidak kuat pasti akan merasa dihempaskan dari gedung tinggi.

Di tengah kebahagiaannya memang belum ada suara tawa dan tangisan anak kecil hadir. Bukan tak usaha, namun mungkin saja memang belum waktunya. Tetapi Kania dan Edo selalu optimis menanti kehadiran bayi di dalam hidup mereka.

Biarlah, mereka tak tau apa yang aku rasa. Suatu hari nanti akan ada malaikat kecil di rumah ini.

Ucap Kania dalam hati. Lagi-lagi dia tersenyum menanggapi segala pujian yang berselimut nyinyiran tetangga.

Keluarga bu Ratna memang ramai oleh tangisan, teriakan, tawa anak kecil. Di umurnya yang masih muda, dia sudah memiliki tiga anak. Namun, aneh kedua matanya sering terlihat sembab.

Dia merasakan kelelahan, kehilangan waktu untuk dirinya sendiri. Seringkali jika sedang lelah, dia marah-marah pada siapapun. Bahkan anak-anaknya yang tak berdosa. Kadang, Kania ikut membantu mengasuh salah satu anaknya jika sedang luang.

Di komplek ini, terdapat seorang wanita karir yang masih single. Rosa, cukup mampu menyita perhatian pria-pria di lingkungan itu. Jika berjalan, harum parfumnya tak hilang meski raga nya sudah menjauh. Sebagai sosok mandiri, barang branded yang dikenakan mampu membuat mata para wanita iri.

Sayangnya dia sejak lama mengharapkan Edo. Baginya Edo adalah pria idaman yang dia cari. Tak sungkan ditunjukannya rasa suka bahkan di depan Kania. Jelas secara fisik, Rosa amat cantik. Namun, bagi Edo, tak ada yang memiliki hati paling baik selain Kania.

“Kania, Mas Edo udah pulang ? Titip ya ini buat Mas Edo.” ucap Rosa dengan manja.

Diberikannya sebuah bungkusan besar, setelah dibuka ternyata kemeja. Warnanya menarik, elegan dan jika Edo mengenakan itu akan terlihat lebih tampan berkali lipat. Kania, wanita biasa yang memiliki rasa. Jelas api cemburu itu menguar dalam hatinya. Pipinya memerah karena amarah yang dipendam.

Edo tahu apa yang dirasakan istrinya. Dia memegang kedua pipi Kania, mengecup kepalanya dengan lembut.

“Kasih aja ke orang lain yang membutuhkan. Kemejaku masih banyak dan lebih bagus.” ucapnya menenangkan. Seketika wajah Kania ceria, dia tahu suaminya tak akan tergoda pada wanita lain.

Kania mengembuskan nafas lega. Dia tahu, Edo adalah jodoh dari Tuhan untuk dirinya. Bagaimanapun godaan besar menghadang, tak akan ada yang mampu merusak rumah tangga mereka. Dan dia tak takut jika jodohnya pergi meninggalkannya.

#onedayonepost #cerpen

Cerita Ini Tentang JODOH
Tagged on:             
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: