There is no failure except in no longer trying

Elbert Hubbard-

10 Hal dari Kegagalan
Gambar : Canva

Memiliki anak usia taman kanak-kanak, membuat emosiku sering naik turun. Pada masa ini, anak banyak belajar hal baru yang membuatnya harus beradaptasi dengan itu. Ditambah, ada semacam shock pada anak ketika menemui kesulitan dalam proses belajar.

Sebetulnya sih, sebagai ibu sadar atau tidak, seringkali aku merasa cepat panik jika dalam proses pertama si anak belum mampu melakukan sesuatu dengan baik. Itulah, aku sendiri sadar kalau dalam proses belajar, kita harus extra sabar dan untuk berhasil kita harus melakukan pengulangan.

Tapi, emang dasar manusia, udah tahu salah tapi tetap aja dilakukan hehe..

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membuat mereka bersahabat dengan kegagalan?

Jika boleh jujur dan memandang dari sudut pandang lain. Kegagalan sebetulnya cara kita untuk menggapai kesuksesan di masa depan.

Jika saja sedari kecil kita diberi pengetahuan tentang hal positif dari kegagalan, mungkin saat ini kita lebih berkembang karena tidak takut mengalaminya.

Melihat caraku sendiri saat memandang suatu masalah, aku sering menguatkan diri berkali-kali tentang kegagalan adalah hal positif yang aku alami.

Ya, perlu berkali-kali karena memang gak mudah untuk mengubah suatu pandangan yang terlanjur melekat sebagai hal negatif.

Jangan panik, tenang yang terbaik

Momen masa kecil menjadi waktu yang tepat mengajarkan anak tentang makna gagal sesungguhnya.

Yang utama, ketika mereka merasa gagal, tenangkan diri kita dulu ya Moms. Jangan panik, tenang dan bisikan pada diri kalau ini proses belajar pertamanya.

Kita harus menyemangatinya!

Supaya ketenangan itu menular pada si anak dalam merespon kegagalan. Inilah 10 hal penting yang bisa di dapat ketika mengalami kegagalan.

1. Kegagalan adalah cara untuk memperbaiki.

10 Hal penting yang diajarkan pada anak tentang kegagalan
Shalu pertama kali ke sekolah

Pertanyaannya adalah bagaimana cara supaya anak paham kalau gagal adalah cara untuk memperbaiki?

Shalu, anak perempuanku itu sedang belajar menulis di sekolahnya. Jika menulis satu huruf dia semangat. Misal huruf A, B, C. Tanpa perlu ditunggu, dia mampu menulis selembar penuh dengan baik.

Namun, ketika dia mulai menghadapi kendala saat harus menulis dua huruf berjajar. Misal, huruf BA, CA,DA, dan seterusnya.

Mulailah, dia banyak alasan, baru satu baris aja langsung ngeluh pegel leher katanya, ngantuk, laper atau alasan lainnya yang dia pikir bisa jadi alasan untuk menghindari PR itu.

10 HAL PENTING YANG DIDAPAT DARI KEGAGALAN
Tulisan proses Shalu belajar

Dia belum tahu aja kalau emaknya ini punya sejuta cara menghadapi berbagai alasan hihi..

Kegagalan adalah cara untuk memperbaiki

Itu poinnya. Aku mulai mencari tahu apa yang membuatnya sulit untuk menulis.

Buat anak seumuran Shalu, ada kemungkinan jemarinya belum luwes untuk menulis.

Kemampuan motoriknya perlu diasah agar terbiasa dalam menulis.

Jadi, ajak dia mewarnai lebih banyak, melukis lebih banyak. Lalu, ajari lagi cara menulis.

Biarkan dia melakukan kesalahan dalam menulis. Diam sejenak sampai dia selesai, lalu aku ambil gambar contoh tulisan yang betul, biarkan dia menilai apa yang kurang dari apa yang dia kerjakan.

Kalau dia bilang lelah, biarkan aja dia istirahat dulu, dan minta dia melakukan lagi berapa menit kemudian. Setelah dia mampu mengatasi kegagalan itu, puji si anak atas keberhasilannya.

Jangan lupa katakan kalau dia berhasil karena dia sudah belajar dari kesalahannya. Itu hebat!

2. Kegagalan menjadi cara efektif untuk mengatasi masalah

Masalah yang ditemukan shalu saat belajar menulis mungkin adalah hal receh buat kita. Tetapi aku coba memposisikan diri sebagai si anak.

Bagi mereka yang baru belajar menulis, kesulitan untuk menulis adalah hal besar dan membuatnya mudah letih.

Kalau dibiarkan, dampaknya mungkin bisa membuatnya malas belajar, atau malah malas sekolah nantinya. Sebelum masalah membesar, bereskan dulu aja yang jadi pemicunya.

Kegagalan adalah cara efektif untuk mengatasi masalah

faktor apa yang membuat gagal? salah dimana? apa sebabnya?

Kegagalan juga merupakan cara pendeteksi masalah. Masalah kesulitan pada Shalu ternyata bisa diketahui lewat kegagalannya dalam menulis.

Untuk mengatasinya, aku mengajak dia melakukan kegiatan menarik untuk mengasah kemampuan motoriknya.

Selain menggambar dan menulis, kegiatan lain yang bisa dicoba yaitu bermain slime, menggunting kertas, bermain lego, menarik garis menggunakan pensil, membuat gelang atau kalung, mengambil makanan dengan sumpit. Selain asyik, kegiatan itu melatih tangan untuk lebih luwes saat menulis.

3. Kegagalan adalah cara kita belajar

Belajar dari kegagalan

Gagal adalah belajar. Setiap anak mengalami kegagalan, bilang padanya kalau dia hebat karena sudah belajar. Kata gagal lama-lama tidak semenakutkan itu. Karena kegagalan tertanam sebagai proses pembelajaran. Semangat!

4. Kegagalan bisa membentuk karakter kuat

karakter kuat
Foto : Pexels.com/Dariaobymaha

Sisi positif dari gagal adalah membentuk karakter anak menjadi lebih kuat. Saat anak mengalami kegagalan dia akan bangkit lagi dan semakin kuat. Menumbuhkan mental yang kuat menjadikan dia percaya pada kemampuan dalam dirinya. Sehingga dia tidak akan mudah menyerah dan memiliki kesehatan mental yang baik.

5. Mengalami kegagalan membuat kita berani

Bagi orang dewasa, ketika gagal kita sering dihadapkan untuk mengambil keputusan. Hal baiknya adalah saat genting dan merasa gagal itulah justru kita jadi lebih berani mengambil keputusan tanpa ragu.

Hal itu pula terjadi pada anak, ketika di tengah kegagalan. Bimbing mereka untuk mengambil keputusan. Biarkan mereka memilih dari beberapa kemungkinan terbaik.

Misal, beberapa hari yang lalu Shalu mengalami kegagalan. Dia ingin coba membuat telur dadar. Sebetulnya momen yang sering buat ngeri umminya adalah ketika dia mencoba memecahkan telurnya. Khawatir telurnya pecah, aku bawel duluan suruh dia hati-hati.

telur pecah
foto : pexels.com/enginakyurt

“Pecahinnya pelan-pelan sampai retak sedikit.” Shalu mulai mau pecahkan telurnya.

“Sedikit aja retaknya, jangan keras-keras nanti pecah!” aku gak sabar teriak lagi. Shalu ambil ancang-ancang tapi ragu.

“Pelan-pelan!” aku teriak lagi, dan dua detik kemudian telur dan cangkangnya mendarat mulus di lantai.

Ada yang pengalaman? Haha..

Apa yang kamu pikirkan, itulah yang terjadi

Terlalu fokus sama hal buruk yang akan terjadi, akhirnya itu benar-benar kejadian. Kadang sebagai orang tua, aku sadar suka cerewet karena mau melindungi anak dari kegagalan. Padahal kita sendiri gak mampu menghindar dari kegagalan. Apalagi, pengalaman pertama selalu jadi tempat untuk belajar.

Sejak kejadian itu, aku sendiri merasa gagal jadi orang tua baik. Namun, gagal kan belajar. Jadi itulah pengalaman mengasuh anak yang buat aku belajar untuk jadi orang tua santai dan membiarkan mereka belajar dari kegagalan. Insya Allah, untuk anak kedua lebih santailah.

Sekarang, Shalu udah bisa masak telur ceplok atau dadar. Waktu memecahkan telurnya pun tanpa ragu. Sedikit tumpah gak masalah dan tetap dengan didampingi dong. Yang penting adalah dia lebih berani lagi sekarang.

6. Kegagalan menjadikan kita berpikir

You have a brain and mind of your own. Use it, and reach your own decisions.

Napoleon Hill

Yes, otak dan pikiran yang setiap manusia miliki, mempunyai fungsi yang dahsyat. Dengan gagal, otak terangsang untuk berpikir kritis mencari cara supaya tidak jatuh pada lubang yang sama. Begitu pun yang terjadi pada anak, saat gagal, otaknya menjadi kritis dan bertanya-tanya. Dia terdorong untuk mencoba sesuatu dengan cara lain agar tidak gagal.

Shalu yang gagal menulis dua huruf berjajar, belajar cara lain menulis huruf supaya bisa menyelesaikan tugasnya. Walaupun di balik itu semua, banyak drama yang terjadi. Tetapi, lega banget rasanya saat anak berhasil menyelesaikan PR nya.

7. Kegagalan membuat kita bertahan

WINNERS NEVER QUIT, AND QUITTERS NEVER WIN

Vince Lombardi

Sabar menjadi cara terbaik untuk bertahan. Sabar saat mengalami kegagalan juga perlu diajarkan pada anak. Ceritakan kisah-kisah dari buah kesabaran. Anak-anak suka dengan cerita, dan itu lebih meresap ke dalam pikiran dan hati mereka.

8. Kegagalan membuat kita gigih

Terbiasa gigih membuat kita tidak lagi menghitung seberapa gagalnya kita. Semakin gigih, maka semakin dekat dengan keberhasilan. Gigih dalam mencoba berbagai cara agar anak berhasil berproses akan menjadi contoh pula baginya. Dia akan melihat tentang arti gigih pada setiap permasalahan.

9. Kegagalan membuat lebih berpengalaman

Selagi muda dulu, beragam nasihat orang tua sering kali kita dengar. Ada yang kita dengarkan ada pula yang kita abaikan, hihi..

Hal itu pula terjadi pada anak. Saat Shalu mulai bisa membuat telur tanpa pecah, itulah arti jika dia sudah cukup berpengalaman dengan telur pecahnya haha..

Semakin besar anak, semakin banyak pengalaman yang dia rasakan. Setiap kegagalan yang dia alami pasti akan berguna untuk kehidupan dia pada masa mendatang. Yuhuu.. jadi mau biarkan anak pecahin telur berapa kg, Moms?

TELUR
Berapa telur yang mau di uji coba?

10. Kegagalan membuat kita bahagia

10 hal penting yang didapat dari kegagalan
Foto: Pexels.com/cottonbro

Loh kok gagal malah bahagia?

Eits, bukan saat gagal kita merasa bahagia. Tapi pasca merasa gagal lalu bangkit dan berhasil kita akan merasakan bahagia. Nikmat sesuatu bisa dirasakan setelah kita merasakan dulu perihnya bagaimana.

Saat anak belajar naik sepeda roda dua, kali pertama mencoba pasti dia akan mengalami jatuh, besot, dan sampai berdarah. Tapi apakah si anak akan berhenti? Tidak. Anak malah makin semangat untuk mencoba.

Lalu, setelah mereka bisa seimbang naik sepeda roda dua, apa yang dirasakan?

Perasaan senang, bebas, bahagia karena sudah mampu mengelola diri hingga berhasil naik sepeda. Jika sudah sampai tahap ini, tangis dan sakit yang dirasakan saat belajar dulu akan menghilang berganti menjadi kebahagiaan. Iya gak Moms?

Kesepuluh hal penting di atas ternyata jadi poin yang kita rasakan saat mengalami kegagalan. Mulai sekarang, ada baiknya untuk kita memandang dari sudut pandang lain tentang kegagalan.

Ada yang punya pengalaman tentang kegagalan yang dialami anak? Share yuk di kolom komentar, semoga kita bisa semakin kreatif mengajarkan hal baik dari setiap kejadian yang menimpa kita ya

#Onedayonepost #Day1

 

10 Hal Penting Dari Kegagalan yang Bisa Diajarkan pada Anak
Tagged on:                 
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

38 thoughts on “10 Hal Penting Dari Kegagalan yang Bisa Diajarkan pada Anak

  • Avatar
    September 7, 2020 at 4:52 pm
    Permalink

    Shalu cantik syekali, rambutnya gemesh!

    Hihi.. Anak memang cerdik, tapi emaknya lebih cerdik menangkal kecerdikannya ya mbak πŸ˜€

    Anakku sih masih suka KZL kalo dia nggak bisa nyelesaiin sesuatu, pake ngerengek malah, hadeeuh.. tapiii.. nanti dia bakal coba lagi dan akhirnya ya bisa, disitu dia langsung kegirangan, dan begitu seterusnya, haha..

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 7, 2020 at 6:21 pm
      Permalink

      Iya biasa sih ya namanya anak2, kalo bosen kesel tapi dia penasaran. Dramanya juga banyak kalah deh drakor juga πŸ˜…

      Reply
    • Avatar
      September 8, 2020 at 11:17 pm
      Permalink

      Wah, jadi teringat saat aku melatih sulungku saat itu…

      Reply
  • Avatar
    September 7, 2020 at 7:00 pm
    Permalink

    Menarik sekali, Mbak tulisannya.
    Saya pernah ngobrol dengan seorang ibu yang justru berusaha agar anaknya nggak mengalami kegagalan. Jadi, si ibu ini terlalu mengarahkan anaknya dan membuat si anak kurang inisiatif untuk melakukan sesuatu.Bocah itu jadi takut dimarahi ibunya. Padahal bukankah anak bisa belajar dari melakukan kesalahan, dari kegagalan yang dialami?
    Meskipun begitu, di satu sisi, saya juga memahami kekhawatiran orang tua yang ingin terbaik untuk putra putrinya. Mungkin caranya saja yang kurang tepat, hehhe.

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 7, 2020 at 7:32 pm
      Permalink

      Beberapa temanku juga banyak yang begitu. Aku juga kadang tanpa sadar suka begitu, mungkin karena terbiasa dari kecil di bilang gak boleh gagal. Akhirnya malah takut mencoba hal baru, sekarang setelah jadi orang tua,mulai tahu dampaknya gak boleh gagal malah gak bisa berekspresi. Jadi tugas kita sekarang sepertinya mendorong anak supaya berteman dengan gagal. Tapi gagal untuk lebih berkembang 😊😊

      Reply
      • Avatar
        September 7, 2020 at 7:59 pm
        Permalink

        Ternyata kegagalan membuat anak jadi belajar lebih berani.

        Reply
        • Nurul Afiati
          September 7, 2020 at 11:13 pm
          Permalink

          Yap. Gak cuma buat anak sih, buat kita juga bisa jadi bahan belajar ✊

          Reply
  • Avatar
    September 7, 2020 at 9:11 pm
    Permalink

    Maa Syaa Allah kakak…. Nice artikelnya. Alhamdulillah sefrekuensi, aku pas lagi nyari refrensi artikel yang bahas tentang bagaimana menyikapi kegagalan dan kekecewaan sebagai sesuatu yang positif. Redaksionalnya mudah dipahami. Semangat terus menebar kebaikan melalui tulisan.

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 7, 2020 at 11:14 pm
      Permalink

      Aamiin terima kasih, asiik nambah lagi kawan sefrekuensi 😍

      Reply
  • Avatar
    September 7, 2020 at 10:00 pm
    Permalink

    Aku termasuk orang yang menganggap kegagalan adalah hal yang biasa. Justru dengan gagal, kita bisa tahu kekurangan kita dan berusaha menjadi lebih baik. Begitupun dalam pendidikan anak. Kami mengajarkan pada mereka untuk tidak takut gagal. Setiap perjuangan pasti ada yang berhasil, ada juga yang tidak. Tergantung kemampuan, strategi dan tingkat kesulitan.

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 7, 2020 at 11:18 pm
      Permalink

      Pastinya anak-anak bapak akan merasa nyaman karena setiap hal positif yang mereka kerjakan dapat dukungan penuh orang tuanya. πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ

      Reply
  • Avatar
    September 7, 2020 at 10:01 pm
    Permalink

    Aku termasuk orang yang menganggap kegagalan adalah hal yang biasa. Justru dengan gagal, kita bisa tahu kekurangan kita dan berusaha menjadi lebih baik. Begitupun dalam pendidikan anak. Kami mengajarkan pada mereka untuk tidak takut gagal. Setiap perjuangan pasti ada yang berhasil, ada juga yang tidak. Tergantung kemampuan, strategi dan tingkat kesulitan.

    Reply
  • Avatar
    September 7, 2020 at 10:58 pm
    Permalink

    Masya Allah keren kak, jadi ada bekal tambahan buat perenting nih… makasih ya kak

    Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 4:15 am
    Permalink

    Terima kasih banyak moms, untuk tulisan yang sangat bermanfaat ini. Aku jadi tau banyak, bagaimana cara menghadapi anak-anak yang masih dalam proses pembelajaran. I’m so excited with this article, apalagi isinya tentang parenting. Intinya, jadi orang tua itu memang harus ekstra super duper sabar dan solutif ya hahaha. Sekali lagi, terima kasih banyak moms untuk pembelajarannya ^_^

    Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 9:50 am
    Permalink

    Sebuah bekal parenting, untuk yang sudah punya anak ataupu yang masih jomblo πŸ˜…

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 8, 2020 at 1:00 pm
      Permalink

      Tenang! Yang jomblo pun tetap ada masa berakhirnya. Jadi belajar dulu aja 😊

      Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 9:51 am
    Permalink

    aku menganggap kegagalan hal yang biasa karena dengan kita gagal kita akan bisa terus berusaha dan memperbaiki kegagalan kita

    Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 11:31 am
    Permalink

    Mbak anaknya umur berapa? Kyknya seumuran anakku, 5 tahunan ya? Anakku kalau gagal nyoba sesuatu kadang ga semangat nyoba lagi, kadang marah2 hmm

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 8, 2020 at 12:58 pm
      Permalink

      Iya 5 tahun mba, shalu jg sama sih terutama pas membaca huruf. Akunya yang emosi ngajarinnya hehee.. jadi Aku suka cari di youtube metode yang efektif yang bisa diterapin. Yang cocoknya buat dia dibuat tantangan, seperti susun huruf yang sesuai tulisan. Macam puzzle, baru deh kalo modelnya begitu, dia bisa lebih gigih

      Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 1:27 pm
    Permalink

    Aku juga merasakan bagaiman dampak negatif tidak boleh gagal sejak kecil. Misal sekarang melakukan kegagalan sepertinya aku gak berguna banget. Lama-lama aku belajar untuk menerima keadaan bahwa semuanya tidak harus terjadi dan sempurna.

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 8, 2020 at 1:49 pm
      Permalink

      Perlu waktu ya, mba, apalagi sejak kecil udah dikasih larangan gagal. Padahal kalo dipikir gak mungkin hidup tanpa gagal sedikit pun. Agaknya kita harus agak santai menyikapi kegagalan. Semangat Mba!

      Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 4:28 pm
    Permalink

    penting banget bagi seorang anak untuk diajarkan mengenai arti sebuah kegagalan. Aku merasa ya hidupku juga banyak gagalnya, jadi check list diatas kayak lebih mandiri, bertanggung jawab dan punya skill tuh bener banget

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 8, 2020 at 8:03 pm
      Permalink

      Banyak gagal artinya banyak belajar ya. Insya Allah, wawasan lebih luas,pengalaman lebih banyak.

      Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 5:12 pm
    Permalink

    Makasih udah berbagi, beberapa waktu lagi aku bakal menghadapi ini. Dan sangat menginspirasi.

    Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 7:59 pm
    Permalink

    Mantap mom,…. tambahan ….. Kegagalan adalah awal dari Kesuksesan, Keberhasilan, Kemakmuran dan Kebermanfaatan yang lebih luas. πŸ™‚

    Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 9:24 pm
    Permalink

    Bener banget ini kak… Sayang kadang di masyarakat kita anak gagal malah dimarahin. Misal kaya rangkingnya jeblok kan yang penting dia usaha. Dan harus dilihat dulu penyebanya. Nggak seksdar karena dia males belajar kan…

    Reply
    • Nurul Afiati
      September 8, 2020 at 9:31 pm
      Permalink

      Iya, udah hal biasa fokus cuma sama keberhasilan. Kasian anak2, sebetulnya mereka yang belum berhasil pasti ada penyebabnya.πŸ˜₯

      Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 9:28 pm
    Permalink

    Menurutku, setiap anak sebenarnya jauh lebih tangguh menghadapi kegagalan dibanding orang dewasa. Hanya yang sering terjadi, orang tua yang berlebihan menjaga perasaan anak agar tidak kecewa, tidak sedih. Padahal, mereka aslinya baik-baik saja. dan iya mbak, Kegagalan itu Perlu.

    Reply
  • Avatar
    September 8, 2020 at 9:48 pm
    Permalink

    Meski aku masih duduk di bangku sekolah πŸ™ˆtapi 10 hal ini layak dibaca banget, hehe… Bolehlah buat ngajarin anak orang atau minimal adek sendiri

    Reply
  • Avatar
    April 4, 2021 at 3:25 am
    Permalink

    Hello my friend! I wish to say that this article is amazing, nice written and include approximately all important infos. I抎 like to see more posts like this.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: