Shalu, tiba-tiba sering tantrum. Hal kecil jadi drama besar. Mainan lupa naruh dia nangis. Pengen sesuatu mesti nangis, padahal gak biasanya dia begitu.

Yang paling pusing ketika sedang ngurusin Khalid, adik bayinya. Selalu aja ada masalah yang dia buat. Usut diusut, pemicunya tidak lain tidak bukan adalah cemburu.

Jarak usia antara Shalu dan Khalid, 4 tahun. Tetapi, tetap aja dia cemburuan kalau aku lagi bersama adiknya.

Sedikit cerita, Shalu sebenarnya udah kepingin banget punya adik dari setahun sebelum aku hamil anak kedua. Tapi saat itu aku belum mau, masih trauma sama operasi caesar dulu. Semakin kesini, ternyata Shalu jadi lebih mandiri dan mulai menunjukkan kalau dia siap punya adik. Alhamdulillah, gak butuh waktu lama. Setelah pindah ke Lembang dan keluar kerja akhirnya aku dikasih amanah sama Allah SWT.

Setelah lahir, justru sikap Shalu berubah. Mungkin dia kaget karena mendadak dia harus berbagi dalam segala hal. Bukan hanya itu, semua perhatian yang tadinya hanya untuk dia mendadak jadi terbelah.

Aku mulai depresi

Puncak dari perubahan sikap Shalu, buat aku depresi. Sementara itu, bayi yang baru lahir butuh perhatian yang banyak pula. Aku kewalahan sendiri dan ujungnya aku malah sering marah-marah ke Shalu, hiks..

Semua orang tua pasti pernah menyesal ketika melihat wajah anak yang tertidur. Anak yang baru saja dimarahi. Polos dan lugu. Dari wajahnya, aku bisa merasakan kebingungannya ketika merasa kesepian. Aku tahu banget, Shalu itu sayang dengan adiknya.

Dulu sebelum tidur, dia sering mengelus perut Khalid semasa dalam kandungan. Ajak ngobrol meskipun masih dalam perut. Bahkan sebelum masuk ruang operasi, Shalu terus berdiri di samping kasur tempat tidur, mukanya cemas saat aku meringis sakit. Berulang kali dia tanya, “Umi, bayinya mau keluar ya? Umi sakit ya?”

Duh, setiap aku ingat itu. Rasanya selalu ingin peluk Shalu.

Curhat dengan psikolog anak

Alhamdulillah, setelah merasakan galau sekian lama. Tanpa sengaja aku melihat postingan teman kerjaku dulu sewaktu mengajar di Jakarta Selatan. Ibu Aisha Salsabila namanya, seorang psikolog anak yang kebetulan resign nya barengan waktu itu. Ternyata setelah resign, beliau mendirikan Rumah Bambini. Layanan edukasi bagi orang tua dan anak.

Waktu itu beliau sedang mengadakan kelas online parenting, dan aku langsung ikutan. Setelah kelas berakhir, aku coba hubungi Ibu Aisha dan menceritakan masalah yang sedang aku hadapi.

Setelah panjang lebar, ternyata aku mendapat sedikit pencerahan tentang kecemburuan kakak beradik.

Jarak 4 tahun belum tentu kakak bisa menerima adik sepenuhnya, kalau tidak dipersiapkan dengan baik. Shalu tipikal yang perlu waktu cukup lama untuk adaptasi dengan orang baru.

Aisha Salsabila

Ternyata, jarak yang jauh tidak menjamin anak pertama bisa menerima kehadiran adiknya. Tetap saja, mereka ingin perhatian untuknya tidak berubah. Meski kenyataan seperti itu, tetapi anak hanya menangkap orang tuanya lebih sayang dengan adiknya dibandingkan dia. Jadi, apa yang harus kita lakukan supaya dia tahu kalau kasih sayang kita gak berubah sedikit pun?

Berikut jawaban dari Ibu Aisha,

Coba luangkan 10-15 menit berdua aja dengan Shalu ya. Adiknya dipegang ayah atau orang lain dulu.

Saat special times, pikiran dan perasaan full buat Shalu. Jadi ikuti aja maunya. Mau main, jalan, baca buku, berdua.. Dengan begini, Shalu pun jadi sama dengan adik, punya waktu intim berdua dengan ibunya.

Special times ini diusahakan tidak ada gangguan ya. Pun kalau dilakukan saat adik tidur, pastikan ada orang lain handle saat adik bangun.

Apa sih Special Time?

Kalau kita terjemahkan secara harfiah special time adalah waktu yang sengaja kita alokasikan untuk tujuan tertentu bersama dengan orang tertentu. Jadi, special time itu momen penting yang menuntut kehadiran kita seutuhnya.

Special Time bersama anak itu sangat penting. Karena pada saat itulah, kita bisa saling terbuka dan mendengarkan satu sama lain tentang segala macam yang membuat kita gelisah. Ternyata, bukan hanya dengan pasangan aja. Waktu spesial ini perlu juga dilakukan bersama anak.

Kegiatan apa aja ya yang bisa kita lakukan bareng anak? Banyak, tapi kali ini aku buat untuk anak perempuan ya. Insya Allah, postingan lanjutannya aku buat juga untuk anak laki-laki, ingatkan ya, hehe

9 ide spesial time yang bisa dilakukan dengan anak pertama

Ide 1 : kuncir rambut dengan berbagai model

Anak perempuan suka banget dengan berbagai model rambut. Bahkan waktu kecil pun, aku suka ketika dikuncir tinggi-tinggi, kayak air mancur haha.

Shalu juga gitu, paling suka dikepang. Katanya mau mirip Elsa frozen. Saat menguncir dan mengepan itulah kita sering ngobrol dari hati ke hati.

Ide 2 : Buat gambar dan mewarnai bareng

Ini sering banget dilakukan, karena emang Shalu suka melukis dan mewarnai. Kalau lagi senggang, seru habiskan waktu dengan menggambar. Stres pun ikutan pergi. Jangan lupa juga tambah cemilan ya!

Ide 3 : Bermain bersama

Aku suka bermain petak umpet. Kadang suka diganti juga yang diumpetinnya barang kesukaan dia, lalu minta dia untuk mencari barang itu dibatasi dengan waktu. Kalau menang, beri hadiah makanan yang dia suka. Cobain main ini bareng anak deh, sekalian olahraga, seru banget!

Ide 4 : Dengarkan

Shalu sering curhat tentang teman-temannya. Sejujurnya, kalau aku lagi pusing mikirin ide tulisan, aku gak konsen dengarkan ceritanya. Itu gak baik, jangan ditiru ya, Moms. Anak tahu dan merasa apakah dia didengarkan atau tidak. Jadi, sebaiknya apapun yang dia ceritakan dengarkan dengan kehadiran 100%. Meskipun, kita sering merasa obrolannya tidak penting, hanya anak-anak saja. Tapi bagi mereka, semua hal yang dia ceritakan itu penting untuk didengar.

Jika ingin didengarkan oleh anak saat kita tua nanti, Maka dengarkanlah celotehannya ketika kecil.

Ide 5 : Cerita

Anak- anak dapat mengambil pelajaran dalam suatu cerita. Mendengar cerita adalah kegiatan positif yang bisa dikerjakan untuk spesial time bersama mereka. Kita bisa karang cerita sesuai dengan pesan apa yang ingin kita sampaikan saat itu. Alternatif lainnya, bacakan cerita sebelum tidur dari buku-buku dongeng yang ada.

Momen spesial ini akan terus terkenang dalam pikiran anak hingga dewasa nanti.

Ide 6 : Masak

Seperti kisah memasak telur ala Shalu waktu itu, mengajak anak untuk memasak itu seru juga loh. Selain melatih skill baru yang penting dalam hidupnya, menyajikan makanan favorit anak akan membuat bonding antara kita dan anak semakin kuat.

Ide 7 : Nonton film favorit meskipun harus diulang-ulang

Siapa yang belum pernah nonton Frozen?

Yang punya anak perempuan, mustahil kalau sampai sekarang belum pernah nonton film ini. Jangan tanya udah berapa kali aku nonton film ini. Frozen 1 atau 2 rasanya gak pernah bosan untuk ditonton berulang-ulang (bagi si anak). Sementara aku, harus mengorbankan drakor yang lagi seru-serunya haha..

Aku suka buat popcorn jika nonton film favorit keluarga. Supaya atmosfer bioskopnya tetap dapet ya, hehe

Ide 8 : Shopping time

Belanja mainan! Yeaaay..

Gak usah terlalu mahal, jika sedang ada rezeki aku kasih surprise ke toko mainan. Boleh dia pilih mainan yang disuka asalkan sesuai budget dong wkwk..

Mereka pasti akan bahagia ya

Ide 9 : Buat Pop up bareng

Bawa Shalu ke toko buku, aku suka beliin buku pop up. Nanti, di rumah buatnya bersama-sama, dia yang menggunting atau menempelnya. Kalau udah jadi, hasil karyanya disimpan deh di atas lemari. Cuma ya itu, namanya juga anak-anak kan. Gak pernah bertahan lama, pasti udah rusak atau robek. Ya gak apa sih, momennya tetap terasa dan buat kita bahagia.

Dari kesembilan ide itu, mana yang paling menarik? Mau kasih ide lain buat aku dan Shalu, juga boleh. Di kolom komentar ya!

Hatur nuhun

#Onedayonepost #Parenting #ODOP

 

 

9 Ide Special Time dengan Anak Pertama
Tagged on:         
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: