Ketika sudah berkomitmen untuk tetap menulis setiap hari, itu berarti harus ada satu buku yang aku baca. Baik fiksi atau non fiksi. Membaca sama halnya dengan memakan. Yang membedakan hanya bentuknya. Jika membaca butuh bacaan, kalau makan ya butuh makanan.

Semakin banyak buku yang dibaca akan mempengaruhi kualitas tulisan yang dihasilkan. Maka, sebuah tulisan akan terasa berbobot jika penulis sudah banyak menelan kata.

Today a reader

Tomorrow a leader

– Margareth Fuller-

Beruntung, sejak mulai bisa membaca, aku dijejali majalah BOBO, majalah Aku Anak Saleh, majalah KARTINI (punya Mama diem-diem aku baca hehe) dan buku-buku dongeng lainnya. Jadi, membaca merupakan aktivitas rutin yang selalu ada di to do list.

Di balik itu, suka banget membaca bukan berarti gak ada kendala saat prosesnya. Dimulai dari pilihan buku yang beragam, aku sering bingung buku mana dulu yang akan dibaca. Belum lagi, akibat lapar mata, sampai hari ini banyak juga buku yang belum dibuka bungkusnya hihi..

Kendala lain yang sering aku alami juga yaitu malas. Kalau si malas datang, buku sebagus apapun rasanya malas untuk dibaca. Seandainya dipaksakan pun, tulisan dibaca tapi pikiran kemana-mana. Terus kalau udah begini, harus bagaimana dong?

Memaksa untuk terus membaca pun bukan cara efektif untuk mengatasinya. Tetapi membiarkan rasa malas berkuasa malah buat aku semakin malas ke depannya, serius deh!

Setelah mencoba berbagai cara, aku coba kumpulkan strategi supaya membaca selalu seru untuk dilakukan dan si malas mampirnya gak sering-sering. 5 cara asyik membaca buku jika sedang malas.

5 cara asyik membaca saat sedang malas
Membaca adalah investasi leher ke atas

Yuk, kita coba cara ini satu persatu!

Reading Challenge

Adrenalin lebih terpacu ketika ditantang. Maka, cobalah membuat tantangan membaca buku sebanyak mungkin. Sebutkan jumlah bab, baiknya tuliskan target secara bertahap.

Supaya tidak kaget. Misal dalam seminggu harus membaca 200 bab. Lalu pekan selanjutnya meningkat menjadi 350 bab. Nah, dimulai di awal minggu targetkan baca berapa bab per hari. Kenapa dihitung jumlah bab bukan jumlah buku?

Supaya lebih terukur dan terasa lebih ringan aja. Biasanya melihat buku dengan jumlah halaman yang tebal seringkali membuat kita shock duluan. Beda jika dihitung jumlah bab, dibuat menjadi lebih sedikit, hingga tampak lebih mudah untuk dijalani kan. Tanpa terasa kita akan merasa lebih cepat membaca. Ada rasa bangga ketika melewati satu bab dengan baik. Setiap keberhasilan beri reward ya, untuk apresiasi terhadap diri.

Ajak kawan untuk ikutan reading challenge.

Biasanya atmosfer kompetisi akan makin membuatmu semangat untuk menyelesaikan targetnya. Ketika sedang down, akan ada yang saling mengingatkan agar kita tidak menyerah.

Ajaklah beberapa teman untuk ikut tantangan ini. Hukuman dan reward bisa ditentukan bersama, supaya lebih seru.

Mulai membaca buku yang disukai sebanyak-banyaknya.

Untuk mengawali, sebisa mungkin hindari buku yang buat pusing. Carilah buku yang agak tipis dengan tema yang disukai. Buat enjoy dulu sampai kita terbiasa untuk membaca. Kesenangan pada suatu tema, akan membuat kita betah berlama-lama.

Program membaca seminggu

Luangkan waktu sejenak untuk membuat jadwal membaca selama seminggu. Tulis keberhasilan yang diraih, jika dalam sehari gagal, wajib menambah list bacaan mingguan. Share di media sosial, hasil bacaan dan foto buku yang selesai dibaca. Jika jenuh dan lelah lihat lagi progres yang tercatat. Dijamin kita akan berpikir ulang jika ingin menyerah.

Topik ringan bertahap menuju berat.

Utamakan membaca berita- berita yang ringan dan jelas sumbernya. Bisa dimulai dari informasi di internet atau ebook.

Jika buku itu terlalu panjang, Pecah menjadi bagian kecil menjadi bacaan yang singkat namun penuh arti. Yang penting, sedikit-sedikit menjadi bukit.

Tangkap pesan dan tulis

Setelah membaca sedikit, hentikan sejenak dan renungi apa yang kita dapat dari membaca tadi. Catat di tempat yang memungkinkan untuk dibaca kembali. Itulah ilmu yang akan melekat dari proses membaca yang sudah dijalani.

Buat Jurnal

jurnal membaca
Membuat dua jurnal

Buat jurnal yang berisi tentang buku yang dibaca dan ide yang muncul bersamaan dengan proses membaca yang dilakukan. Aku menerapkan dua jurnal yaitu jurnal menulis dan jurnal membaca. Untuk jurnal membaca aku seperti membuat resensi bebas mengenai buku yang sudah dibaca. Jadi sewaktu aku butuh info mengenai buku. Bisa membuka jurnal itu.

Yang paling menarik dari adanya jurnal membaca adalah kita tahu sudah sebanyak apa buku yang dibaca.

Jurnal membaca akan buat kita lebih termotivasi lagi membaca buku.

Itulah kelima cara asyik membaca buku jika sedang malas. Membaca buku adalah salah satu kebiasaan orang-orang hebat. Semoga kita pun bisa menjadi salah satu orang hebat dan produktif.

Baca juga Rahasia produktif menulis orang-orang hebat

Jika Moms, punya cara atau tips lainnya dalam membaca, silahkan cerita di kolom komentar ya. Terima kasih..

 

#Onedayonepost #tipsmembaca #produktifmembaca #Bukujendeladunia

5 Cara Asyik Membaca Buku Jika Sedang Malas
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: