Anak Dipukul Temannya, Jangan Panik! Hadapi dengan 5 Cara Berikut

Anak Dipukul Temannya, Jangan Panik! Hadapi dengan 5 Cara Berikut

Teriakan dan tangisan Shalu tiba-tiba terdengar dari halaman depan rumah. Kebetulan waktu itu di rumahku sedang ada acara pengajian. Tidak biasanya Shalu menangis begitu. Namun, aku tidak langsung menghampirinya, aku putuskan melanjutkan mengaji dengan kerabat lainnya.

Tak lama, suara tangisan itu semakin kencang. Sebuah pintu dapur di buka dan Shalu teriak, “Umii, Idung Alu dipukul.” diiringi tangisan dan amarah.

“It’s impossible to protect your kids against disappointment in life.”
Nicholas Sparks, Messages in the bottle (book)

Aku langsung bertanya, siapa yang memukulnya. Lalu Shalu bilang salah satu temannya. Karena kerabat lain tetap mengaji aku tidak bisa mengungkapkan rasa marah. Orang tua dari temannya Shalu itu pun ada disana, tapi diam saja tidak bereaksi apa-apa.

Aku coba menenangkan diri walaupun sebetulnya aku agak kesal. Aku ambilkan Shalu air putih, setelah dia meminumnya. Tangisannya berhenti. Kemudian, aku meminta kakak sepupunya untuk mengajaknya main lagi di luar rumah dan menjaganya.

Malam hari ketika menjelang tidur, aku teringat lagi dengan peristiwa sore tadi. Sejujurnya, aku masih kesal dengan teman yang memukul itu. Maunya sih, dimarahin supaya kapok gak melakukan hal itu ke depannya. Nyatanya, aku tidak bisa lakukan itu tadi sore, dan agak sedikit rasa sesal.

Akhirnya, aku mulai mencari tahu, apa yang sebaiknya aku lakukan jika kejadian seperti itu terjadi pada anak. Setelah, membaca beberapa jawaban dari psikolog parenting melalui internet. Aku buat rangkumannya disini.

5 Cara yang Bisa Dilakukan Jika Anak Dipukul Temannya

Anak dipukul temannya
5 cara yang bisa dilakukan saat anak dipukul temannya.

Latih anak berani untuk mengatakan “Stop! Saya tidak suka!” kepada temannya ketika dia melakukan kekerasan. Tunjukan dengan suara lantang.

Setelah kejadian itu, aku coba bilang pelan-pelan. Jika terjadi hal yang sama. Harus berani buat teriak atau marah sama teman yang galak. Kalau gak berani, pelototin aja mata temannya itu.

Tinggalkan temannya itu, dan segera minta bantuan orang dewasa di sekitar

Ini cara aman yang bisa dilakukan supaya terhindar dari pukulan lanjutan. Kabur, tinggalkan atau cari orang dewasa yang ada di sekitar untuk diminta bantuannya.

Ajak anak untuk menenangkan diri, wajar jika anak ingin mengekspresikan emosinya. Jika dia masih dalam  keadaan marah biarkan dia meluapkannya dan berikan pelukan

Ketika mengalami hal yang tidak mengenakkan, wajar jika anak akan bereaksi sesuai perasaannya. Kalau bisa berilah elukan atau kasih air putih. Supaya anak sedikit lebih tenang mencerna situasi yang terjadi.

Biarkan anak mengatasi persoalannya. Sebagai ibu, jangan panik dan ambil tindakan tergesa-gesa.

Inginnya sih aku segera bertindak, langsung hadapi temannya yang memukul lalu memberi peringatan. Memang, rasanya puas jika sudah lakukan itu, dengan harapan temannya tidak akan berani memukul lagi.

Namun, terbiasa mengambil alih masalah anak ternyata bisa membuat anak tidak mampu mencari jalan keluar sendiri nantinya. Gak baik juga, kan?

Cara yang lebih baik adalah tanya tentang pemicu yang membuat temannya itu memukul. Coba beri solusi dan biarkan anak mengatasi masalahnya.

Jika anak sudah melakukan hal tepat, Beri apresiasi

Anak sudah melakukan apa yang kita sarankan? Pertanda baik. Dia akan belajar tentang bagaimana menghadapi teman seperti itu di kemudian hari. Selanjutnya, tugas ibu adalah memberi apresiasi. Bisa dengan membuat makanan kesukaannya atau mengajaknya nonton film favorit bersama. Hal simpel aja, yang dia sukai.

Kelima cara di atas bisa dijadikan strategi jika suatu saat kita mengalami hal serupa. Yang penting, tetap tenang aja. Jangan rusuh atau emosi duluan hihi.. semoga kita dimampukan ya.

Secara pribadi, mempelajari ilmu parenting itu perlu banget. Karena sehari-hari ada situasi yang sering terjadi tanpa diduga. Dan aku merasakan sendiri, untuk bersikap proaktif dalam setiap kejadian tidak semudah yang dikira. Kita terbiasa reaktif menanggapi keadaan. Spontan marah, jika hal yang terjadi tidak menyenangkan.

Jika sudah tahu ilmunya, minimal bisa antisipasi keadaanlah ya, ada yang pernah alami ini?

#ODOP #Onedayonepost #Parenting



1 thought on “Anak Dipukul Temannya, Jangan Panik! Hadapi dengan 5 Cara Berikut”

Leave a Reply