Kecanduan Drama korea, Aku Lakukan Ini Supaya Tetap Produktif

June 6, 2020 By Nurul Afiati

 

For Article 'kecanduan Drama korea'Produktif saat menonton drama korea sepertinya bukan hal utama untuk dipikirkan. Apalagi saat kecanduan, hal yang paling nyaman adalah kita bisa berlama-lama menonton artis-artis korea yang selalu enak dilihat.

Siapa sih yang gak suka sama drama korea? Di Indonesia, saat ini mayoritas masyarakatnya menonton drama korea loh. Padahal tayangan televisi lokal pada jam-jam prime time juga menayangkan beragam talk show, nyatanya drama korea masih tetap menarik.

Aku sendiri termasuk penyuka drama korea. Berdasarkan pengamatanku, jalan cerita drakor memang bervariasi dan selalu fresh. Segitu banyaknya drama yang aku tonton, rata-rata jalan ceritanya gak pernah sama. Walaupun benang merahnya ada, tetapi selalu unpredictable.

Pesona drama korea semakin menyala, ditambah kehadiran Netflix yang memudahkan semua orang di dunia mengenal drama korea. Lewat drama itu mereka menarik wisatawan. Otomatis penyuka korea akan penasaran dengan berbagai makanan korea, kebudayaan, gaya hidup dan akhirnya travelling kesana. Tempat syutingnya pun mendadak jadi tempat wisata. Seperti tempat syuting Crash Landing On You yang berupa pedesaan seperti di Korea Utara, padahal tempat itu sengaja di buat hanya untuk keperluan syuting. Beberapa youtubers yang mengunjungi tempat itu sangat antusias, semakin menularkan kebaperan akan dramanya.

Tjis image for article 'Kecanduan drama korea'

Crash landing on you jadi drama terfavorit

Lalu restoran dalam drama Itaewon Class, yang juga menjadi salah satu tujuan wisatawan baru-baru ini. Begitu banyaknya efek yang dirasakan oleh penikmat drama korea, ada yang positif dan juga negatif.

kecanduan drama korea

sumber : pinterest

Sebagai ibu rumah tangga, drama korea hadir membawa kesegaran di tengah kejenuhan acara-acara tv lokal. Entah ya, sekarang acara tv lokal seringkali berisi konten gosip berkepanjangan yang bikin jengah. Sedikit banget acara menghibur yang asyik dan positif.

Sedikit Flash back, kalau boleh dibandingkan pada awal kemunculan FTV ceritanya menarik dan seru. Zamannya  Tikus dan kucing mencari cinta atau juragan jengkol. Tapi semakin kesini, kualitasnya menurutku jadi menurun dan gampang ditebak. Jatuhnya malah bosenin. Berbanding terbalik dengan drama korea yang semakin kesini malah semakin kreatif ceritanya.

Bukan hanya drama, film korea juga gak kalah bagusnya. Ide ceritanya selalu berbeda dan menarik. Gak heran, jika film korea beberapa tahun belakangan selalu mendapat penghargaan seperti Train to Busan, Parasite.

Eh, tetapi berdasar pengalaman ternyata menonton drama korea juga dapat menimbulkan efek candu loh. Di bawah ini adalah ciri-ciri kalau kita udah kecanduan.

  • Rela kurang tidur buat nonton maraton
  • gak bisa tidur karena penasaran kelanjutannya
  • Time management mendadak kacau
  • gak produktif
  • malas melakukan kegiatan lain seperti memasak, beres-beres.
  • mood swing. 
  • kebayang-bayang si  oppa 
  • pindah jadi pakai produk kosmetik atau skin care  korea
  • gak bisa bedain antara drama dan kenyataan
  • pengen makan makanan korea
  • Kecewa pasangan gak seromantis si oppa
  • jadi fans berat, bela-belain idola kita apapun yang terjadi
  • ini paling parah, pengen pindah ke korea (hihi..)

Diantara list di atas, hampir semua sempat aku alami. Kecuali yang dua terakhir ya, karena aku masih sadar kalau artis korea hanyalah manusia biasa dengan nasib yang berbeda (wkwk) dan Indonesia masih tempat terbaik untuk hidup.

Memang hal yang paling sulit adalah keluar dari zona nyaman. Sebagian temen yang udah candu banget sama korea bakalan menolak mentah-mentah buat diajak untuk kurangi nonton itu. Makanya, harus ada Strong Why? dalam diri supaya bisa lepas dari rasa candu.

Walaupun gak dipungkiri drama korea pun memiliki dampak positif. Bagiku yang memang suka menulis, menonton drakor menjadi sarana merangsang kreativitas dalam mengolah cerita. Banyak inspirasi yang bisa didapat dari sana. Maka dari itu, aku memilih untuk tetap menonton dengan waktu yang lebih sedikit berkurang.

Kecanduan Drama Korea, Aku Lakukan Ini,Untuk Tetap Produktif

Pertama, persiapkan tujuan dan mental. 

Secara pribadi tujuan aku untuk mulai mengurangi nonton drama korea adalah keseimbangan hidup. Tugas utama sebagai istri dan mengurus dua anak yang harus diperhatikan tumbuh kembangnya adalah skala prioritas. Berlarut-larut nonton korea tentu akan menghabiskan waktu berkualitas dengan mereka, kan. Jadi, ya mau gak mau harus dikurangi. Jika tujuan sudah kuat, maka mental juga mengikuti, kok.

Kedua, buat list drama yang akan di tonton dan jumlah episodenya.

Kenapa jumlah episode penting untuk dicatat? karena jumlah episode bisa dijadikan patokan berapa lama waktu yang harus dihabiskan untuk menonton drama itu. Biasanya jumlah episode drama korea antara 14-16 episode. Dengan durasi 60-90 menit per episodenya.

Ketiga, tentukan kapan akan menonton?

Sebetulnya nonton korea bisa disambi kegiatan lain. Biar produktif, aku suka sambil menyetrika hehe..

Selain mengurangi kejenuhan, karena asyik dengan ceritanya menyetrika jadi gak terasa. Sambil menyelam minum air deh.

Keempat, batasi 1 episode dalam sekali nonton.

Sebetulnya kalau mau nonton marathon bisa aja sih, tapi kan karena tujuannya ingin mengurangi aku batasi 1 episode aja lanjut mengerjakan hal lain. Jika ternyata tugas utama aku udah beres, boleh deh sesekali nambah episodenya (ini khusus akhir pekan).

Kelima, alternatif lain nonton film korea sekali habis.

Seperti yang aku bilang di awal, Film korea pun banyak pilihan menarik untuk ditonton. Jika mommy  paling gak bisa tahan sama rasa penasaran, film korea sekali habis bisa dijadikan alternatif loh. Gak cuma drama-dramaan, ceritanya pun lebih variasi mulai dari cinta, pembunuhan, fantasi pun ada.

Keenam, Beres Satu Judul Jangan Lanjut Judul Baru

Katakanlah kita sudah sampai di episode terakhir, sebaiknya stop dulu. Jangan lanjutkan dengan judul baru. Ganti kebiasaan selama dua-tiga hari dengan kegiatan lain misalnya membaca buku yang belum sempat dibaca, Cobain resep dari youtube, nonton kajian, main bareng anak. Lakukan pada waktu yang sama, anggap lagi libur dulu. Insya Allah kita bisa lebih menguasai diri untuk kurangi ketergantungan.

Lost time is never found again

-Benjamin Franklin

Drama korea menjadi pilihan yang terbaik untuk menghabiskan waktu, tetapi jangan berlebihan menggunakan sebagian besar waktu hanya untuk menonton itu. Kalau bisa tetap produktif, sembari menikmatinya, kenapa enggak?

The key is in not spending time, but in investing it.

-Stephen.R.Covey

jika Mommy,  punya trik lainnya. Silakan share di kolom komentar ya..

Buat Moms yang ingin sedikit nostalgia dengan drama korea lawas, jangan sungkan kunjungi postinganku tentang drama korea pertama yang aku tonton ya!

#Kdrama #DramaKorea