Rahasia produktif menulisThe first draft is just you telling yourself the story

Terry Prachett-

Ketika pertama lagi membaca sebuah buku, aku selalu merasakan berada dalam ruang  spesial seolah sedang berbicara dan berdiskusi dengan penulisnya. Itulah salah satu hal menarik yang terasa, mendorong rasa candu untuk melahap buku-buku terutama buku pengembangan diri.

Belajar dari tulisan beberapa penulis favorit, ada sebuah pertanyaan menggelitik dan cukup sering ditanyakan kepada mereka. Salah satunya mengenai produktivitas dalam menulis itu sendiri. Memang, menghasilkan tulisan yang mengugah dan bergizi itu nyatanya tak mudah. Maka, konsistensi mereka dalam menulis membuatku penasaran. Apa rahasia produktif menulis orang-orang hebat itu?

Dirangkum dari berbagai sumber yang ada, ternyata inilah

Rahasia Produktif Menulis Orang-Orang Hebat berikut

1. Prof. Rhenald Kasali

for article with title 'rahasia produktif menulis orang-orang hebat'
Sumber : twitter @Rhenald_kasali

Ketika pertama kali membaca buku karangannya tentang Self Driving, seketika aku langsung menyukai tulisannya. Selalu ada wawasan baru yang didapat ketika membaca buku beliau dan wawasan itu begitu menginspirasiku untuk ‘berbuat dan berubah’. Profesor Rhenald kasali adalah salah satu penulis favorit yang karyanya berjajar rapi di rak best seller salah satu toko buku besar di Indonesia. Dikenal sebagai guru besar ilmu manajemen. Tulisannya mampu mendorong aku pribadi untuk berubah, berkembang  dan menantang diri untuk menjadi sumber daya manusia yang hebat.

for the article 'rahasia produktif menulis orang-orang hebat'
Sumber : Goodreads

Di usianya yang tak lagi muda, beliau tetap produktif menulis melahirkan buku-buku baru. Seakan idenya terus mengalir tanpa kendala. Prof Rhenald sangat menginspirasi aku untuk menulis dan menjadi tertarik untuk membaca semua bukunya baik yang lama maupun yang baru. Selalu ada ilmu baru yang didapat dalam tulisannya.  Lalu, Apa rahasia produktif menulisnya?

Menulis adalah kegiatan lanjutan dari membaca. Maka, jika ingin produktif menulis harus mau membaca, rakus membaca menjadi salah satu rahasia produktif menulisnya. Hal itu yang mendorong setiap tulisan beliau bergizi dan menambah wawasan setiap pembaca.

Sebagai orang sibuk, tidak banyak waktu yang beliau miliki untuk sekadar duduk di depan sebuah laptop dan menulis. Tetapi, dengan memanfaatkan setiap waktunya saat perjalanan,  di dalam pesawat, atau sela-sela menunggu. Kita selalu dapat melihat buku-bukunya hadir di etalase toko buku.

Betapa produktifnya beliau, menggunakan media yang ada. Meskipun hanya kertas dan pulpen. Hasil tulisannya dikirim pada sekretaris untuk kemudian diketik. Jika memang beliau memiliki waktu, maka beliau sendiri yang akan mengetiknya.

Ternyata itulah yang membuatnya produktif menulis. Berkaca dari beliau, aku belajar bagaimana menulis itu bisa dilakukan kapan pun, dimana pun.

Tidak ada waktu yang tepat untuk menulis melainkan detik ini juga.

-Nurul Afiati

2. Andrea Hirata

Photo for article 'rahasia produktif menulis orang hebat'
Photo : Kumparan

Karya terkenal novel laskar pelangi, adalah salah satu karya fiksi terbaik yang aku baca. Gaya bahasa dalam novel itu begitu mengalir dan menghipnotis pembaca untuk menikmatinya hingga kata terakhir. Aku selalu suka dengan cara Andrea Hirata dalam bercerita. Unik dan berciri khas.

Mungkin karena kisah yang diceritakan olehnya berdasar kisah nyata. Baik tempat maupun karakter yang terdapat dalam novel menjadi sangat menarik. Hingga mendatangkan pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri ke Belitung sendiri.

Tak hanya laskar pelangi, ternyata novel-novel berikutnya tetap mendapatkan hati para pembaca dan sukses difilmkan. Terhitung 11 karya Andrea Hirata telah diterbitkan. Beberapa diantaranya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Berdasarkan salah satu sumber pada saat lauching bukunya berjudul Guru Aini. Rahasia produktif menulis dari Andrea Hirata ternyata tidak pegang ponsel selama 4 tahun. Dia mampu lebih produktif karena tak gunakan hp. Memang, ketika niat menulis sering kali terganggu oleh banyak notifikasi dari sosial media. Maka proses menulis pun jadi mudah terhambat.

Rahasia kedua adalah membaca. Andrea hirata mengharuskan dirinya untuk membaca buku atau satu judul novel setiap tiga hari. Wah, jika kita mengikuti triknya, bayangkan berapa buku yang mampu kita baca selama 1 bulan?

Dari sang penulis ini, aku mendapat wawasan baru mengenai kebiasaan produktif yang harus kita bentuk. Membaca.

Kualitas tulisanmu berdasar dari kualitas bacaanmu

-Nurul Afiati

 

3. Tere Liye

Photo : Republika

Siapa yang tak kenal dengan Tere Liye? Novelis ini terbukti produktif menerbitkan novel puluhan dan selalu berhasil mencetak penjualan terbaik. Gaya bahasa dalam novelnya ringan dan mudah dipahami. Bahkan kutipan-kutipan yang dituliskannya seringkali digunakan oleh para pembaca.

Yang menarik dari sosok Tere Liye adalah keinginan besarnya yang ingin dikenal melalui karya. Maka, kalau diperhatikan di setiap bukunya hampir tak ada profil tentang Tere Liye sendiri. Penulis ini memiliki tujuan besar yakni melahirkan generasi yang lebih baik. Tujuan besar yang ditanamkan membuatnya totalitas dalam berkarya. Dari setiap karyanya, terdapat curahan tenaga, pikiran dan hati di dalamnya. Tak heran jika buku-bukunya meledak di pasaran.

Dari Tere Liye ada dua hal penting yang dapat kita pelajari untuk selalu termotivasi menjadi produktif dalam menulis.

Karya hebat dibuat dengan sebuah tujuan besar dan totalitas mencurahkan tenaga, pikiran dan hati di dalamnya.

-Nurul Afiati

4. Asma Nadia

Dalam sebuah seminar jumpa penulis, Desember 2019 lalu. Aku berkesempatan bertemu dan berbincang sedikit tentang ilmu kepenulisan dengan bunda Asma Nadia. Siapa tak kenal dengan beliau? Puluhan novel yang diterbitkan menjadi bukti sebuah proses menulis dari seorang Asma Nadia. Banyak sekali ilmu yang didapat ketika bertemu dengan bunda hebat ini.

Sempat terlintas di benakku, kok bisa ya Bunda Asma ini punya banyak ide untuk dijadikan buku?

Dalam seminar itu pun, Bunda menceritakan latar belakang dari setiap novel yang dibuatnya. Novel-novel karyanya lahir dengan Tujuan yaitu menghadirkan sudut pandang lain dari setiap cerita. Salah satu novelnya yang berjudul Rumah tanpa jendela, bertujuan untuk menunjukkan bahwa ada loh di dunia ini yang memiliki cita-cita sederhana tapi sulit dicapai untuk mereka. Seperti tokoh Rara dalam cerita, yang hanya bercita-cita memiliki jendela di rumahnya.

Asma Nadia yang selalu konsisten menerbitkan novel menceritakan trik khusus agar senantiasa produktif menulis, yakni Target menulis, peka dan rajin mencatat. 

 

when search nurulafiati.com on google
Bareng Bunda Asma Nadia

Untuk menerbitkan novel, minimal sekali dalam setahun harus menargetkan untuk menyelesaikan drafnya selama 6 bulan. Karena dari proses pengiriman naskah hingga tahap cetak kurang lebih menghabiskan waktu selama 6 bulan juga.

Nah, itulah sedikitnya tips produktif dari Asma Nadia.

Hadirkan tujuan dalam proses sebuah buku, buat target dan rajin mencatat.

– Nurul Afiati

5. Hernowo

Orang hebat berikutnya adalah pakar ilmu tentang menulis dan membaca, Hernowo Hasim. Pertama kali membaca buku dari mantan CEO Mizan Publishing ini tentang Quantum Writing dan Quantum Reading, aku merasakan satu frekuensi dengan beliau.

Di usia 40 tahun, beliau baru memulai untuk menulis dan menerbitkan karyanya yang berjudul Mengikat Makna. Namun, karyanya langsung menjadi Best Seller hingga berhasil cetak ulang ketujuh. Setelah itu, kurang lebih 37 buku telah ditulis oleh Pak Hernowo. Betapa banyak ilmu menulis dan membaca yang aku dapat dan praktekan dari beliau. Salah satu bukunya berjudul Free Writing, mengupas bagaimana teknik menulis bebas dapat mengantarkan kita untuk menjadi produktif menulis. Semua buku-buku beliau menurutku wajib untuk dibaca oleh setiap penulis.

Sumber : Blog.mizanstore.com

Sayangnya, pada 24 Mei 2018. Beliau berpulang ke pangkuan Allah Ta’ala. Meski begitu, karya-karyanya yang menggugah masih bisa kita nikmati hingga saat ini. Aku pun masih membaca hasil pemikiran beliau melalui aplikasi ipusnas atau membeli bukunya yang masih dicetak ulang hingga saat ini.

Dari beliau, aku mengambil satu pelajaran yang bermakna.

Mulailah menulis dari sekarang, tak ada kata terlambat, tinggalkan amal jariyah berupa buku bermanfaat bagi manusia setelah kita.

-Nurul Afiati-

6. Dr. Aidh Al Qarni

Penulis favoritku kali ini adalah Dr. Aidh Al Qarni, seorang ulama yang produktif menulis dari Saudi Arabia. Buku La Tahzan yang merupakan karya fenomenalnya berisi tentang nasihat-nasihat menyentuh sisi spiritual. Buku ini seakan menjadi penyembuh diri dari rasa ‘sakit’ duniawi. Pemikiran-pemikirannya berdasarkan isi Al Quran dan hadits sehingga tulisannya menjadi begitu bermakna.

Buku La Tahzan dibuat ketika sang penulis berada di dalam penjara. karena pemikirannya dianggap menentang pemerintahan kala itu. Buku setebal 571 halaman ini lahir dan menjadi obat baginya.

Ternyata  bukan hanya la tahzan saja karya beliau yang fenomenal. Beberapa buku lainnya, tak kalah berkualitasnya. Menjadi wanita paling bahagia, Menjadi Pelajar Berprestasi, Laa Taghraab (Jangan Marah) dan dua buku terbarunya berjudul Akhirnya kutemukan kebahagiaan Sejati, Berjuanglah.

Puluhan buku karya Dr.Aidh ini merupakan buku-buku motivasi yang penuh dengan nilai-nilai keislaman.

Dalam tanya jawab tentang pedoman dalam menulis dan membaca,Dr. Aidh mengatakan salah satu cara agar lebih mudah mendapatkan ilmu diantaranya,

Kalau kita sudah punya ilmu dan paham benar, maka ajarkan kepada orang lain. Jangan disimpan untuk diri sendiri. Berikan ilmu kita kepada orang lain sehingga banyak manfaatnya untuk masyarakat menjadi amal saleh bagi kita.

-Dr. Aidh Al Qarni

Nah, dari ucapannya aku simpulkan bahwa salah satu tujuannya dalam menulis yang ingin bermanfaat bagi masyarakatlah yang membuatnya terus menulis dan berbagi ilmu.

Itulah rahasia produktif menulis yang didapat dari keenam penulis favoritku. Sebetulnya, masih banyak ilmu yang bisa kita dapat dari penulis lainnya. Lain waktu, Insya Allah aku tulis lagi ya. Sementara ini, ilmu yang didapat dari orang-orang hebat di atas bisa banget loh, kita ikuti. Semoga tulisan ini bisa membuat aku dan pembaca semakin produktif menulisnya baik itu di blog, buku, artikel atau media sosial.

Buat Moms yang punya rahasia produktif menulis juga, bisa banget loh share rahasianya di kolom komentar di bawah!

Semoga tips dari Moms, bisa menambah pengetahuan dan produktivitas kita ya..

 

Sumber :

https://www.naviri.org/2019/07/rahasia-sukses-dan-produktivitas-tere-liye.html

https://blog.mizanstore.com/obituari-istimewa-untuk-hernowo-hasim/

http://dlasweet89.blogspot.com/2012/04/mengenali-penulis-buku-la-tahzan-dr.html

 

Rahasia Produktif Menulis Orang-Orang Hebat
Tagged on:                         
Nurul Afiati

Nurul Afiati

Hai, it's me. Seorang ibu dari dua anak super aktif. Penulis, blogger dan penikmat kopi.

13 thoughts on “Rahasia Produktif Menulis Orang-Orang Hebat

  • Avatar
    May 27, 2020 at 5:53 am
    Permalink

    Menarik aekali tulisannya. Seperti ada dua garis yang simetris antara membaca dan menulis.

    Reply
    • Nurul Afiati
      May 27, 2020 at 10:49 am
      Permalink

      Betul Mba, Pak Hernowo di buku mengikat makna pun bilang kalau aktivitas membaca dan menulis harus dilakukan secara berbarengan.

      Reply
  • Avatar
    May 27, 2020 at 6:07 am
    Permalink

    Kualitas tulisan mencerminkan kualitas bacaan. Saya termasuk yang percaya dengan quote ini. Sebagaimana disampaikan prof Rhenald, kalau menulis adalah aktivitas lanjutan dari membaca.

    Bahkan, kalau bisa dibilang, lewat membaca lah, kita belajar menulis. Mulai perbendaharaan kata, susunan kalimat dll.

    Reply
    • Nurul Afiati
      May 27, 2020 at 10:46 am
      Permalink

      Ya, semakin banyak baca, pasti semakin banyak hal yang pengen ditulis

      Reply
      • Avatar
        May 27, 2020 at 2:21 pm
        Permalink

        Semakin banyak dan semakin baik….well, tergantung bacaannya sih kalau itu.

        Reply
  • Avatar
    May 30, 2020 at 2:14 pm
    Permalink

    temenku juga bilang kualitas tulisan kita akan berbanding lurus dengan apa yang kita baca. beberapa penulis yang mba ulas disini juga menjadi penulis yang karyanya saya gemari. terutama Dr. Aidh Al-Qorni, buku tersebut banyak menorehkan bekas indah dihidup saya.

    Reply
    • Nurul Afiati
      May 30, 2020 at 2:22 pm
      Permalink

      Dr.Aidh, setiap tulisannya bermakna, selalu ingin dibaca berulang-ulang.

      Reply
  • Pingback:Tulisan Minggu #22 2020 - 1 Minggu 1 Cerita

  • Avatar
    July 25, 2020 at 7:51 am
    Permalink

    Ternyata benar ya, saya pernah baca entah dimana, intinya kuliah bagi seorang penulis itu adalah membaca. Jadi kalau mau jadi penulis yang baik harus rajin membaca juga. Saya juga merasakannya. Kalau tiap habis baca buku pasti lancar banget nulis.

    Yang bikin saya terkejut adalah cara adrea hirata yang menjauh dari ponsel selama 4 tahun. Padahal zaman sekarang ponsel udah kayak pasangan yang nempel kemana-mana….

    Reply
    • Nurul Afiati
      July 25, 2020 at 10:15 am
      Permalink

      mungkin cara andrea hirata ini yang buat dia fokus menulis, supaya terhindar dari notifikasi2 medsos hehe

      Reply
  • Avatar
    July 27, 2020 at 11:56 am
    Permalink

    Hallo kak Nurul…
    salam kenal ya, bagus banget tulisan yang ini dan penting buat yang sedang dalam proses menjadi seorang penulis dan juga yang ingin belajar menulis.
    Membaca dan menulis memang jadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dan tidak berdiri sendiri. Menulis membuat kita mengerti apa yang kita baca dari proses kita membaca, dan memudahkan kita menerangkan kembali sehingga tidak mudah terhapus dari ingatan.

    Makasih juga buat bbrp referensi penulis, beberapa masih ada yang baru buat saya 🙂

    Reply
    • Nurul Afiati
      July 27, 2020 at 1:12 pm
      Permalink

      Salam kenal juga renov,
      Semoga tulisan ini bisa menambah pandangan baru kita tentang membaca dan menulis. Cara para penulis di atas untuk terus produktif menghasilkan karya setidaknya bisa jadikan pecutan biar kita gak menyerah untuk terus menulis, semangat for us hehheh

      Reply
  • Pingback:The Big Why Menulis di Blog - Writing - Nurul Afiati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: